Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp178,08 triliun hingga Desember 2025. Total nilai tersebut disalurkan kepada 3,8 juta debitur.
Penyaluran KUR BRI sepanjang 2025 didominasi oleh sektor produksi, yang mencakup pertanian, perikanan, perdagangan, industri pengolahan, dan jasa lainnya, dengan porsi sebesar 64,49% dari total penyaluran KUR BRI.
“Hingga Desember 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur,” ungkap manajemen BRI dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
Manajemen menuturkan, sektor pertanian menjadi kontributor utama, dengan pembiayaan mencapai Rp80,09 triliun. Nilai itu setara 44,97% dari keseluruhan KUR yang telah disalurkan.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan KUR BRI ditujukan untuk membantu pelaku UMKM agar semakin produktif. Menurutnya, pembiayaan KUR memberikan dampak nyata terhadap penguatan sektor riil dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.
“Kami juga terus memberikan pendampingan kepada dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas,” kata Dhanny.
Dia mengatakan, KUR BRI tidak hanya sekedar instrumen pembiayaan. Dhanny menyebut, KUR BRI merupakan katalis yang mampu menggerakan ekonomi rakyat.
Langkah ini merupakan peran BRI dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi inklusif, dengan UMKM menjadi penopang utamanya.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan, BRI membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp45,44 triliun hingga November 2025. Realisasi ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang tumbuh 2,50% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp103,40 triliun.
Dari sisi intermediasi, bank "wong cilik" itu telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.306,53 triliun hingga November 2025, meningkat 7,16% YoY dari periode yang sama tahun lalu Rp1.219,21 triliun.
Pada saat yang sama, total dana pihak ketiga (DPK) yang telah dihimpun BRI mencapai Rp1.459,98 triliun, tumbuh 5,28% YoY dari November 2024 yang sebesar Rp1.386,71 triliun.
Pertumbuhan DPK pada periode ini utamanya ditopang oleh simpanan giro yang meningkat 16,13% YoY menjadi Rp440,79 triliun hingga November 2025.



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F09%2F29%2F766b0b0723f89b96792cb102d1d6af2e-20250929_OPINI_Reformulasi_Kebijakan_MBG.jpg)

