jpnn.com, JAKARTA - DPP KNPI menggelar Dialog Nasional Kepemudaan dengan tema “Masa Depan Anak dan Generasi Muda di Era Bonus Demografi” di Cafe Kopisisasi, Cijantung, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Dialog menghadirkan sejumlah pembicara yang kompeten di bidangnya, yakni Pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto, Anggota Kelompok Kerja Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Pokja KPAI) Satriwan Salim, serta Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPP KNPI Prof. Ilyas Indra.
BACA JUGA: KLB KNPI Tetapkan Saad Budiman Lubis Sebagai Ketua Umum
Wawan Purwanto dalam diskusi mengatakan dalam rangka menyonsong bonus demografi, kaum muda harus berani berinovasi, harus punya skil, sprit dan stamina yang baik.
"Negeri kita akan mampu bersaing dan jadi leader bukan follower," katanya.
BACA JUGA: KNPI Puji Langkah DPR yang Membantu Pemerintah Tangani Bencana Sumatra
Anggota Pokja KPAI Satriawan Salim menegaskan bonus demografi merupakan peluang strategis bagi Indonesia yang harus dikelola secara serius dan terencana.
"Tanpa kebijakan yang tepat dan kesiapan sumber daya manusia, bonus demografi justru berpotensi menimbulkan persoalan sosial di masa depan. Pemerintah harus meningkatkan biaya pendidikan untuk anak dan kaum muda supaya bonus demografi ini menjadi positif," katanya.
BACA JUGA: KNPI Apresiasi Upaya Polri Menjawab Kritik dengan Prestasi di Sepanjang 2025
Para pembicara dalam dialog ini menyoroti pentingnya perlindungan anak, penguatan peran keluarga dan negara, serta kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi tantangan global, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial politik di era bonus demografi.
Dialog berlangsung interaktif dengan melibatkan pengurus KNPI, aktivis kepemudaan, mahasiswa dan aktivis partai politik.
Turut hadir Ketua Umum DPP KNPI Saad Budiman Lubis dan Sekretaris Jenderal Roy Stevi Wendi. (rhs/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 98 Perwira Menengah Polda Metro Jaya Dirotasi, Berikut Nama-namanya
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti



