DEPOK, KOMPAS.com - Harga daging sapi di Pasar Depok Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok, pada Kamis (22/1/2026) mengalami kenaikan hingga menyentuh Rp 150.000 per kilogram.
“Kalau ukuran jual di pasar gini sekitar Rp 140.000-150.000 per kilogram, karena kan jatuhnya dijual ketengan," kata Uci (45), distributor daging sapi saat ditemui di Pasar Depok Jaya, Kamis.
Uci mengungkapkan, harga tersebut tergolong tinggi dan telah dirasakan pedagang daging sapi selama sekitar tiga pekan terakhir.
Baca juga: Indihome Gangguan Kamis Siang, Pengguna Kesal Kerjaan dan Aktivitas Terganggu
Ia yang memiliki pelanggan dari restoran hingga rumah sakit mengaku kesulitan menyesuaikan harga jual akibat tingginya harga daging sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH).
Padahal, harga normal daging sapi di RPH biasanya berada di kisaran Rp 110.000 per kilogram. Namun, saat ini harga tersebut telah melampaui Rp 120.000 per kilogram.
"Sementara kita pengen naikin harga Rp 5.000 ke , juga susah, soalnya market banyak pesaingnya," ujar Uci.
Kondisi tersebut membuat Uci berupaya agar usahanya yang telah dijalani selama 15 tahun setidaknya masih bisa menutup modal.
Menurut dia, prioritas utama saat ini adalah mempertahankan pelanggan.
"Kita yang penting service ke customer, jangan sampai terputus," jelas Uci.
Tak berbeda jauh, pedagang lain bernama Toha (60) juga mengaku terpaksa menjual mahal daging sapi kepada pembeli.
Sebab, harga per kilogram yang dibelinya dari RPH bisa menyentuh Rp 130.000.
Baca juga: Anak Pegawai KKP Korban ATR 42-500 Dapat Beasiswa hingga Kuliah
"Masih kotornya Rp 130.000. Kalau banyak lemaknya itu bisa kena Rp 140.000-150.000," ujar Toha.
Semenjak tingginya harga daging sapi, Toha terpaksa menurunkan stok harian yang bisa dijualnya di Pasar Depok Jaya.
"Biasanya paling siapin 20 kilogram sehari, ini 15 kilogram dari kemarin,” ujar Toha.