Terjun ke Bisnis Properti, Intip Manuver Rahayu Saraswati Lewat Triniti Properti (TRIN)

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang kini duduk sebagai Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) disebut membawa strategi mumpuni untuk memperkuat pengembangan bisnis perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi, Direktur Utama TRIN Ishak Chandra menyampaikan bergabungnya Rahayu Saraswati akan memperkuat visi dan optimalisasi potensi yang dimiliki perseroan.

"Penguatan visi dan optimalisasi potensi Ibu Rahayu difokuskan pada kontribusi strategis dalam membantu memperbaiki Struktur Permodalan dan penajaman arah pengembangan bisnis Perseroan, khususnya dalam pengembangan portofolio green development, logistics park, data center dan ulta-luxury hospitality, serta penguatan tata kelola perusahaan dan kemitraan strategis, sesuai dengan fungsi dan kewenangannya selaku Komisaris Utama dan partner strategis Perseroan," kata Ishak, dikutip Kamis (22/1/2026).

Baca Juga : Rahayu Saraswati, Putri Hashim Resmi Genggam 5% Saham Perintis Triniti (TRIN)

Adapun, Rahayu Saraswati yang merupakan putri dari Hashim Djojohadikusumo dan keponakan Presiden RI Prabowo Subianto ini resmi memiliki 5% saham TRIN baik lewat kepemilikan langsung maupun tidak langsung.

Adapun, Rahayu Saraswati masuk ke TRIN lewat PT Raksaka Satya Devya yang memiliki sebanyak 182.058.294 lembar saham atau setara 4% dan PT Rada Saraswati Surya sebanyak 45.514.573 lembar saham atau setara dengan 1% dari total saham TRIN.

Rahayu Saraswati diketahui sejauh ini tidak memiliki bisnis properti lain selain keterlibatannya dengan TRIN.

Sebelumnya, TRIN dan Rahayu Saraswati telah menandatangani perjanjian kerja sama pada 2 Desember 2025 lalu. Kedua pihak melakukan pengalihan saham dengan 5% pada tahap awal dan opsi selanjutnya sampai 20% dengan nilai per saham akan ditentukan saat transaksi.

Setelah kerja sama itu, nama Rahayu Saraswati kemudian muncul sebagai komisaris utama TRIN sesuai dengan hasil RUPSLB pada 2 Desember 2025.

Lebih lanjut, Ishak menyebut keterlibatan Rahayu Saraswati sebagai partner strategis perseroan akan diarahkan pada kontribusi strategis dalam penajaman arah pengembangan bisnis Perseroan.

"Hingga saat ini, beberapa proyek baru yang dibawa oleh Ibu Rahayu ke dalam Perseroan dalam proses review internal. Apabila terdapat realisasi proyek baru di kemudian hari, hal tersebut akan diproses dan diumumkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku," ujar Ishak.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Realisasi Anggaran Kemenbud 2025 Tembus 96,85 Persen
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Resmi! Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Buatan Presiden AS Trump
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
AI Memudahkan Pelamar Kerja, Bagaimana Menjaga Keasliannya?
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Insentif Fiskal 2026 untuk Daerah Berkinerja Baik Turun jadi Rp1,8 Triliun
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Puluhan Tahun Difungsikan, Warga Permata Sari Desak Pemkot Makassar Segera Resmikan Penyerahan Fasum
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.