Pedagang Sapi Mogok, Mentan Ancam Cabut Izin Oknum yang Mainkan Harga

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menindak oknum penggemukan sapi (feedloter) yang terbukti menjual di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini seiring dengan adanya aksi mogok pedagang daging sapi yang terjadi se-Jabodetabek.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan pihaknya telah langsung menindaklanjuti aksi mogok tersebut sejak Rabu (21/1/2026) malam. Berdasarkan laporan sementara, Amran menyebut terdapat dugaan harga sapi dari feedloter atau pengusaha penggemukan dijual di atas harga yang ditetapkan.

“Kami sudah bahas tadi dan bahkan tadi malam [Rabu, 21 Januari 2026] langsung kami tindak lanjuti aksi mogok tadi. Katanya menurut laporan itu harga dari feedloter, dari itu penggemukan, itu di atas harga yang telah ditetapkan, dijualkan,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Bahkan, Amran menegaskan tidak akan ragu mencabut izin impor bagi pelaku usaha yang terbukti bermain harga. Terlebih, dia menekankan kewenangan impor sapi bakalan berada di Kementan.

“Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main, aku yang cabut. Kenapa? Impornya sapi bakalan itu dari saya, aku pastikan cabut dan tidak akan saya berikan itu tegas, kalau coba-coba,” ujarnya.

Menurut Amran, pemerintah telah melayani kebutuhan pengusaha sapi bakalan dengan memberikan kuota impor hingga 700.000 ekor per tahun. Dia pun menyayangkan apabila kebijakan tersebut justru dimanfaatkan untuk merugikan masyarakat.

Baca Juga

  • Pedagang Daging Sapi Se-Jabodetabek Mogok Kerja 22-24 Januari
  • Kuota Impor Daging Sapi Swasta 2026 Dipangkas, Mendag Buka Suara
  • Pengusaha Teriak Kuota Impor Daging Sapi Dipangkas: Bisa Picu PHK & Kenaikan Harga

Untuk itu, Kementan melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan memerintahkan pengecekan menyeluruh terhadap rantai distribusi sapi, mulai dari penggemukan hingga distributor.

“Kalau aku temukan dan kami langsung suruh cek mulai hari ini. Kalau aku temukan pasti 99% aku cabut izinnya dan tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu, itu tegas,” ujarnya.

Di sisi lain, Amran mengungkapkan berdasarkan pengakuan sementara, harga jual sapi masih berada di bawah harga pokok produksi (HPP). Adapun, HPP sapi ditetapkan di kisaran Rp56.000 per kilogram, sementara harga jual masih sekitar Rp55.000 per kilogram.

“Aku beri tahu, menurut pengakuan sementara, itu menjual di bawah HPP, tetapi tidak sampai di situ, suruh cek siapa yang bermain, apakah penggemukannya, atau distributornya, atau siapa?” ujarnya.

Namun demikian, Amran memastikan telah tercapai kesepakatan agar pedagang daging sapi kembali berjalan. “Tadi malam sudah ketemu, sudah sepakat. Jual, jual lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pedagang daging sapi se-Jabodetabek akan melakukan aksi mogok alias libur yang terhitung mulai besok, Kamis (22/1/2026) sampai dengan Sabtu (24/1/2026).

Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama mengatakan aksi mogok ini akan dilakukan di seluruh pasar dan rumah potong hewan (RPH) se-Jabodetabek.

“Melalui surat ini, kami memberitahukan bahwa seluruh anggota APDI bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” kata Wahyu dalam surat yang diterima Bisnis, Rabu (21/1/2026).

Wahyu menjelaskan aksi mogok dagang ini lantaran dengan harga sapi timbang hidup dari feedloteryang terlalu tinggi, begitu pula dengan harga karkas dari RPH yang merangkak naik.

Selain itu, Wahyu menyebut hasil rapat pada 5 Januari 2026 dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dan instansi terkait tentang jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah yang tidak terealisasi. Serta, penurunan daya beli masyarakat terhadap komoditas daging turut menjadi penyebab aksi ini.

Di samping itu, dia menambahkan bahwa tingginya harga daging sapi berdampak pada bandar sapi potong dan pedagang daging pasar tradisional se-Jabodetabek dan masyarakat menengah ke bawah. “Dalam rangka menjaga eksistensi dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam APDI sebagai organisasi dipandang perlu untuk melakukan tindakan,” ujarnya.

Untuk itu, Wahyu meminta agar Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman untuk segera menstabilkan harga daging sapi. “… segera mengambil langkah konkret menstabilkan harga untuk hajat hidup orang banyak dan keberlangsungan UMKM di hilirisasi,” pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Frustasinya Pengendara Terjebak Banjir Jakarta yang Lumpuhkan Jalan Daan Mogot
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Harga emas di Pegadaian meroket lagi, UBS sentuh Rp2,918 juta per gram
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Teknologi dan Layanan, Cara Singapore Airlines Tatap Dunia Penerbangan 2026
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Krisis Penduduk Tiongkok: Jumlah Bayi Baru Lahir Berkurang 1,62 Juta
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Jarang Disadari, 6 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Kualitas Hubungan Seksual
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.