FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Teka-teki masa depan pemain asing Persija Jakarta, Ryo Matsumura, kian mengerucut. Gelandang asal Jepang itu disebut-sebut menjadi salah satu korban kebijakan bersih-bersih pemain asing yang dilakukan Macan Kemayoran jelang putaran kedua Super League 2025/2026.
Dalam situasi tersebut, Arema FC muncul sebagai klub yang paling serius dikaitkan dan berpeluang menjadi pelabuhan baru Matsumura.
Nama Ryo Matsumura memang sudah beberapa pekan terakhir masuk dalam radar evaluasi Persija Jakarta. Kepadatan kuota pemain asing memaksa manajemen mengambil langkah strategis demi menjaga keseimbangan skuad dan meningkatkan performa tim pada paruh musim.
Evaluasi ini dilakukan menyusul hasil yang dinilai belum sepenuhnya sesuai harapan di putaran pertama.
Arema FC kemudian disebut sebagai klub yang siap menampung Matsumura. Singo Edan membutuhkan tambahan kekuatan di lini tengah, khususnya sosok gelandang kreatif yang mampu menghidupkan alur serangan.
Karakter permainan Matsumura yang lincah, cepat, dan memiliki visi bermain dinilai sejalan dengan kebutuhan tim asal Malang tersebut.
Menanggapi rumor yang berkembang, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan hingga saat ini belum ada komunikasi resmi terkait rencana peminjaman atau transfer Ryo Matsumura dari Persija Jakarta.
“Kita belum ada rencana ke situ, memangnya Ryo mau dipinjamkan ya?,” kata Yusrinal Fitriandi.
“Jujur, saya malah belum ada komunikasi dengan dia atau Persija,” sebutnya.
Meski demikian, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya menutup kemungkinan. Dalam dinamika bursa transfer, proses komunikasi kerap baru terjadi di tahap akhir, terlebih jika klub pemilik pemain telah lebih dulu mengambil keputusan internal terkait perampingan skuad asing.
Isu kepindahan Ryo Matsumura semakin menguat setelah Persija Jakarta lebih dulu melepas Gustavo Franca.
Gelandang serang asal Brasil itu resmi dipinjamkan ke Arema FC untuk putaran kedua Super League 2025/2026. Kepindahan Franca menjadi sinyal kuat bahwa Persija mulai serius menata ulang komposisi pemain asingnya.
Kepastian hengkangnya Gustavo Franca dikonfirmasi langsung oleh Manajer Persija Jakarta, Marsekal Muda TNI (Purn) Ardhi Tjahjoko.
“Iya benar Gustavo Franca dipinjamkan ke Arema FC,” kata Ardhi dikutip dari Jawapos.
Gustavo Franca sendiri hanya memperkuat Persija dalam durasi singkat, sekitar enam bulan atau satu putaran kompetisi. Didatangkan dengan ekspektasi tinggi sebagai motor serangan, pemain berusia 27 tahun itu belum mampu memberikan dampak signifikan bagi tim.
Sepanjang putaran pertama, Franca mencatatkan 13 penampilan dengan total 567 menit bermain. Berdasarkan data Transfermarkt, kontribusinya baru sebatas satu gol dan dua assist. Catatan tersebut dinilai belum sepadan dengan harapan besar yang dibebankan kepadanya sejak awal musim.
Langkah melepas Gustavo Franca memperkuat dugaan bahwa Persija akan kembali melakukan perampingan pemain asing.
Dalam konteks inilah, peluang Ryo Matsumura menyusul ke Arema FC dinilai semakin terbuka. Arema membutuhkan kreativitas tambahan di lini tengah, sementara Persija memerlukan ruang kuota untuk melakukan penyesuaian skuad.
Jika transfer ini benar-benar terealisasi, Ryo Matsumura berpotensi menjadi rekrutan penting bagi Arema FC di putaran kedua.
Ia juga akan menambah daftar pemain eks Persija Jakarta yang berseragam Singo Edan pada musim ini. Publik kini menanti kepastian resmi dari kedua klub di sisa waktu bursa transfer Super League 2025/2026. (zak/fajar)




