FAJAR, TORAJA UTARA- Akses jalan utama yang menghubungkan empat lembang (desa) di Kecamatan Sa’dan, Kabupaten Toraja Utara hingga kini tak kunjung diperbaiki. Kondisinya kian memprihatinkan.
Empat lembang (desa) di Kecamatan Sa’dan yang dimaksud, yakni Lembang Sa’dan Ballo Pasange, Lembang Sa’dan Likulambe, Lembang Sa’dan Pesondongan, Lembang Sa’dan Ulusalu.
Jalan tersebut juga salah satu akses menuju ujung Hulu Sungai Sadan. Kondisi jalan yang rusak parah dan terabaikan oleh Pemkab Toraja Utara mendapat kritikandari tokoh pemuda setempat.
Seorang tokoh pemuda Sa’dan Ulusalu, Gian Anugrah, menyoroti kinerja Pemkab Toraja Utara yang dinilai menutup mata terhadap penderitaan masyarakat di wilayah tersebut.
Menurutnya, jalan yang menjadi urat nadi ekonomi warga ini sudah bertahun-tahun dibiarkan rusak tanpa ada upaya perbaikan.
“Kami sangat menyayangkan sikap emerintah daerah. Akses jalan ini sudah bertahun-tahun rusak berat, namun sampai hari ini tidak pernah diperhatikan. Seolah-olah kami yang ada di pelosok Sa’dan ini dilupakan,” ujar Gian, Kamis 22 Januari 2026.
Gian menegaskan kerusakan jalan tersebut berdampak langsung pada terhambatnya aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan bagi ribuan warga di empat lembang tersebut.
“Jalan ini adalah satu-satunya akses warga untuk mengangkut hasil bumi dan akses anak-anak kami menuju sekolah. Kalau musim hujan, kondisinya sangat berbahaya dan sulit dilewati. Apakah pemerintah harus menunggu ada korban jiwa dulu baru bergerak?” tegas Gian.
Kekecewaan masyarakat semakin memuncak karena aspirasi yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) selama bertahun-tahun terkesan hanya menjadi formalitas belaka tanpa realisasi di lapangan.
Gian berharap agar Pemkab Toraja Utara segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut pada tahun ini. Ia mengingatkan jika pemerataan pembangunan infrastruktur seharusnya menjangkau seluruh pelosok, bukan hanya fokus di pusat kota atau wilayah tertentu saja.
“Kami meminta bupati dan dinas terkait untuk turun langsung melihat kondisi kami. Jangan hanya datang saat butuh suara, tapi saat rakyat butuh jalan yang layak, kalian justru menghilang. Kami menuntut keadilan pembangunan bagi masyarakat Sa’dan,” pungkasnya.
Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, dan Wakil Bupati Toraja Utara, Andrew Branch Silambi yang ingin dikonfirmasi FAJAR terkait aspirasi tersebut, belum memberikan tanggapan resmi hingga berita ini diturunkan. (edy)





