Profil Yasid Ahmad Firdaus, Pendaki Bukit Mongkrang yang Hilang, Sedang Nunggu Panggilan Interview

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID- Profil Yasid Ahmad Firdaus menjadi sorotan publik setelah pemuda asal Karanganyar itu dilaporkan hilang saat mendaki Bukit Mongkrang, Jawa Tengah. Yasid Ahmad Firdaus (26) menghilang sejak Minggu, 18 Januari 2026, ketika melakukan pendakian bersama sejumlah rekannya.

Hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Peristiwa tersebut meninggalkan kecemasan mendalam bagi keluarga yang menunggu kabar kepastian.

Siapakah Yasid? Inilah profil Yasid Ahmad Firdaus yang dilaporkan hilang di  Bukit Mongkrang, Jawa Tengah.

Profil Yasid Ahmad Firdaus

Yasid Ahmad Firdaus merupakan warga Perum Angsana, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Ia adalah anak ketiga dari pasangan Sapto Mulyadi (53) dan Rustiningsih (52).

Hingga saat ini, kedua orang tua Yasid masih setia menunggu kabar keberadaan sang anak yang belum ditemukan. Profil Yasid Ahmad Firdaus pun perlahan terungkap dari keterangan keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Berdasarkan penuturan ayahnya, Sapto Mulyadi, Yasid merupakan lulusan STT Tekstil Bandung yang kini dikenal sebagai Politeknik STTT Bandung. Setelah lulus, ia sempat bekerja di PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu perusahaan tekstil besar di Indonesia.

Namun, perjalanan karier Yasid tidak berjalan mulus. Ia terkena pemutusan hubungan kerja atau layoff akibat efisiensi perusahaan.

Meski demikian, Yasid tidak menyerah. Ia kembali melamar pekerjaan di sejumlah pabrik tekstil di Bandung dan saat ini diketahui sedang menunggu panggilan interview.

“Yasid sempat kerja di Sritex namun kena layoff. Dia sudah melamar kerja lagi di pabrik tekstil di Bandung dan sedang menunggu panggilan interview,” ujar Sapto dikutip dari Kompas.com, Kamis (22/1/2026).

Kebiasaan Mendaki

Aktivitas mendaki bukanlah hal baru bagi Yasid Ahmad Firdaus. Menurut sang ayah, Yasid sudah beberapa kali melakukan pendakian ke Bukit Mongkrang.

Karena itu, ketika Yasid berpamitan untuk mendaki, orang tuanya tidak merasa khawatir berlebihan. “Anak saya sudah pamit, dan saya izinkan karena anak saya sudah beberapa kali naik di Bukit Mongkrang,” tutur Sapto, dikutip dari Tribun Jateng.

 

Yasid berpamitan kepada orang tuanya pada Sabtu malam, 17 Januari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB. Ia menyampaikan bahwa tujuan pendakian tersebut adalah untuk berolahraga sekaligus persiapan mengikuti sebuah even, meski pihak keluarga tidak mengetahui secara detail jenis even yang dimaksud. “Dia ke atas untuk persiapan ikuti even itu tapi saya tidak tahu even apa,” kata Sapto.

Kronologi Dinyatakan Hilang

Setelah berpamitan, Yasid berangkat bersama rekan-rekannya menuju Bukit Mongkrang. Mereka tiba di Basecamp Mongkrang pada Minggu (18/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Pendakian dimulai pada pukul 06.30 WIB bersama tiga rekannya, yakni Cahya, Salma, dan Riyan.

Dalam perjalanan turun, rombongan tersebut terpisah di kawasan Pos 3. Formasi pendaki saat itu adalah Salma di posisi terdepan, disusul Cahya, kemudian Yasid, dan Riyan berada di posisi terakhir.

Salma dan Cahya menunggu di basecamp, namun hingga sore hari hanya Riyan yang kembali. Yazid tidak kunjung tiba, sehingga rekannya melaporkan kejadian tersebut kepada petugas basecamp.

Sapto Mulyadi mengungkapkan bahwa kabar pertama mengenai keterlambatan Yasid diterimanya sekitar pukul 15.30 WIB, ketika Salman menghubungi salah satu anaknya untuk memastikan apakah Yasid sudah pulang. “Lalu sekitar pukul 18.00 WIB, saya dapat kabar anak saya dinyatakan hilang dan dilakukan pencarian,” jelasnya.

Sejak Senin (20/1/2026), upaya pencarian terhadap Yasid Ahmad Firdaus terus dilakukan. Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, hingga penggunaan peralatan pendukung seperti drone. Hingga kini, pencarian belum membuahkan hasil.

Bagi keluarga, profil Yasid Ahmad Firdaus bukan sekadar data identitas, melainkan gambaran tentang seorang anak yang tengah berjuang membangun masa depan. Orang tua Yasid berharap anaknya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Di tengah penantian panjang tersebut, keluarga terus memanjatkan doa dan berharap keajaiban datang dari upaya pencarian yang masih berlangsung di Bukit Mongkrang. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
6 Cara Menghilangkan Kebiasaan Mendengkur saat Tidur
• 2 jam lalubeautynesia.id
thumb
Video: Di Tengah Tantangan Global, Ekonomi Jakarta Tetap Tumbuh Positi
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PSPS Pekanbaru Kembali Tambah Tiga Pemain Baru
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Cap Tangan di Pulau Muna, Meneguhkan Indonesia sebagai Pusat Seni Tertua di Dunia
• 12 jam lalukompas.id
thumb
KPK Sebut Kasus Eks Bupati Pati Sudewo Soal Pemerasan Pengisian Jabatan Perangkat Desa Jarang Terjadi
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.