Davos: Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyampaikan visi berani mengenai masa depan ekonomi Eropa dalam pertemuan World Economic Forum (WEF) 2026. Di hadapan para pemimpin dunia, ia mengatakan Eropa sedang membangun bentuk kemerdekaan baru sebagai respons atas meningkatnya ketegangan geopolitik global dengan Amerika Serikat (AS).
Von der Layen menegaskan, ketidakpastian politik dunia saat ini harus menjadi dorongan bagi Eropa untuk memperkuat kemandirian strategisnya. Menurut dia, Uni Eropa (UE) tidak boleh lagi hanya bergantung pada mitra tradisional, melainkan harus menciptakan jalur kedaulatan politik dan ekonomi yang tangguh.
"Dunia mungkin sangat berbeda hari ini, tetapi saya percaya guncangan geopolitik harus menjadi peluang bagi Eropa, untuk membangun bentuk kemerdekaan yang baru," ujar Von der Layen saat berpidato di WEF 2026, mengutip laman World Economic Forum, Kamis, 22 Januari 2026.
Logo WEF. Foto: WEF 2026.
Baca Juga :
Pidato di WEF 2026 Davos, Prabowo Siap Paparkan Prabowonomics ke DuniaSebagai langkah nyata dari visi tersebut, ia menyoroti keberhasilan UE dalam memperluas jangkauan dagang. Hal ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Latin di Asunción, Paraguay pada Sabtu lalu.
"Dengan perjanjian ini, Uni Eropa dan Amerika Latin telah menciptakan zona perdagangan bebas terbesar di dunia, dengan nilai pasar lebih dari 20 persen PDB global dan lebih dari 700 juta konsumen," ujar dia.
Langkah memperluas jangkauan pasar ke Amerika Latin dipandang sebagai strategi defensif UE di tengah hubungan yang mendingin dengan AS. Dengan mengamankan rantai pasok dan akses pasar di wilayah baru, Eropa berupaya mengurangi risiko ekonomi akibat sejumlah kebijakan kontroversial yang diterapkan oleh Trump. (Surya Mahmuda)



