Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan kuota impor BBM untuk badan usaha (BU) SPBU swasta akan diberikan secara bertahap pada tahun ini.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menuturkan bahwa dengan skema periodik itu, maka kuota impor tak langsung diberikan secara 1 tahun penuh.
Menurutnya, langkah itu diambil berdasarkan hasil evaluasi pengadaan impor BBM untuk SPBU swasta pada 2025. Pada saat itu, kuota impor BBM SPBU swasta habis lebih awal lantaran tingginya permintaan.
Namun demikian, Laode tak memerinci berapa lama periode impor tersebut. Dia enggan mengungkapkan apakah periode pemberian kuota tersebut dipatok per 3 bulan ataupun per 6 bulan.
"Kami tidak berikan [kuota impor BBM] sekaligus, jadi kita evaluasi juga kan. Jadi tidak diberikan langsung 1 tahun begitu, tapi ada periodisasinya,” ucap Laode di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Sementara itu, terkait besaran kuota impor untuk ini, Laode menyebut besarannya tak jauh berbeda dibandingkan 2025.
Untuk diketahui, permasalahan impor BBM untuk SPBU swasta sempat menjadi polemik. Sebab, pemerintah tidak memberikan tambahan kuota impor untuk 2025, meski stok BBM di SPBU swasta telah habis pada akhir Agustus 2025.
Sebagai gantinya, pemerintah merekomendasikan SPBU swasta membeli base fuel lewat PT Pertamina Patra Niaga. Pasalnya, perusahaan pelat merah itu masih memiliki jatah impor yang belum digunakan pada tahun ini.
Pada pertengahan September 2025, SPBU swasta dan Pertamina disebut telah sepakat membeli BBM murni atau base fuel dari Pertamina.
Namun, dalam perjalanannya, kesepakatan itu lama terealisasi lantaran adanya ketidaksesuaian spesifikasi base fuel yang diminta SPBU swasta. Hingga akhirnya, pada Oktober 2025, mekanisme negosiasi diubah dari semula dilakukan bersama-sama menjadi dilakukan antarperusahaan.
Alhasil, per Desember 2025 ini SPBU swasta termasuk Shell, BP-AKR, dan Vivo telah sepakat membeli base fuel dari Pertamina Patra Niaga.
Baca Juga
- Kilang Raksasa Balikpapan Beroperasi, Bahlil Berambisi Tutup Total Keran Impor BBM
- SPBU Shell Cs Boleh Impor BBM Lagi, Kuota 2026 Ditambah
- Bahlil Beri Sinyal Tambahan Kuota Impor BBM SPBU Tetap 10% pada 2026




