Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan pentingnya kedaulatan ekonomi Eropa guna menghadapi ketidakstabilan global dan melemahnya tata kelola multilateral.
Macron menilai pergeseran dunia ke arah otokrasi serta meluasnya konflik ke ranah teknologi dan perdagangan menuntut respons Eropa yang lebih terkoordinasi.
Macron menyoroti dua tantangan utama. Pertama, tekanan tarif dari Amerika Serikat serta praktik distorsif dan kelebihan kapasitas industri dari China.
Menurutnya, tanpa tata kelola kolektif, kerja sama internasional akan terjebak dalam persaingan yang merugikan daya saing industri Eropa.
“Dan jawabannya, untuk mengatasi masalah ini, adalah lebih banyak kerja sama. Dan membangun pendekatan baru,” ujar Macron dalam World Economic Forum, dikutip Kamis (22/1).
Melalui kepemimpinan Prancis di G7, Macron berambisi menjadikan forum tersebut sebagai ruang solusi kolektif untuk meredam proteksionisme.
Ia mengidentifikasi ketidakseimbangan global bersumber dari konsumsi berlebih Amerika Serikat, investasi berlebih China, serta lemahnya investasi dan daya saing di Eropa.
“Kerja sama bukan tentang menyalahkan orang lain. Ini tentang memikul sebagian tanggung jawab dan berkontribusi pada solusi,” tegasnya.

