Bisnis.com, JAKARTA - Pabrikan Yamaha telah bekerja keras mengembangkan mesin V4 anyar demi kompetitif lagi di ajang MotoGP. Namun, apakah duet Fabio Quartararo dan Alex Rins bisa langsung berada di garis depan mulai musim 2026?
Berdasarkan acara peluncuran livery dan presentasi tim pabrikan Monster Energy Yamaha di Jakarta pada Rabu (21/1/2026) malam, para penggawa motor Tiga Garpu Tala itu justru memberikan sinyal agar penggemar tak mematok ekspektasi terlalu tinggi buat YZR-M1 terbaru.
Sinyal itu terutama tergambar dari penjelasan Direktur Tim Monster Energy Yamaha Massimo 'Maio' Meregalli yang mengungkap fokus musim 2026 akan terbagi dalam dua fase. Diawali untuk lebih mengenal mesin V4, baru kemudian memacu para pembalap mencapai limit dan berprestasi secara bertahap.
Sekadar info, musim ini akan menjadi tahun perdana pabrikan Jepang itu meluncurkan YZR-M1 dengan konfigurasi mesin V4, setelah sekian lama identik dengan mesin inline-4.
Yamaha bahkan sampai harus mengembangkan tiga mesin sekaligus pada lalu, yakni mesin musim berjalan, mesin V4 tahun ini, dan mesin V4 yang lebih baru lagi buat mempersiapkan musim 2027, seiring pergantian regulasi teknis MotoGP.
"Tidak mudah untuk menjawab ekspektasi, karena kami memulai dari nol. Maka dari itu saya membagi musim ini dalam dua bagian. Jadi masih banyak pekerjaan rumah menanti," jelasnya dalam sesi presentasi.
Baca Juga
- MotoGP 2026: Masih Haus Juara, Marc Marquez Beri Sinyal Lanjut Bela Ducati Hingga 2027
- MotoGP 2026: Pecco Bagnaia Fokus Bangkit di 2026, Blak-Blakan Bakal Curi Resep Marquez
- MotoGP: Aprilia Siap Tantang Dominasi Ducati dan Marc Marquez Sejak Awal Musim 2026
Harapannya, fase memaksimalkan performa dasar akan berlangsung cepat, tak perlu sampai berpekan-pekan seri balapan, sehingga Yamaha terlalu banyak ketinggalan poin.
Senada, pembalap bintang Yamaha sekaligus juara dunia MotoGP musim 2021, Fabio Quartararo berjanji akan bekerja keras menemukan limit motor anyarnya sejak hari pertama di tes perdana di Sepang, Malaysia, demi menyukseskan proyek ini.
"Penting untuk menentukan basis dan arah pengembangan motor musim ini pada tes tersebut, sehingga harapannya kami bisa lebih cepat dari tahun lalu," ungkapnya.
Sebagai pengingat, musim lalu prestasi Quartararo terbilang fantastis kendati mengendarai motor yang kurang kompetitif, terutama di sesi kualifikasi.
Pembalap Prancis itu mencatatkan lima kali pole position dan sekali podium. Bahkan, Quartararo hampir menang di Silverstone apabila motornya tidak rusak jelang akhir balapan.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477456/original/037008900_1768824764-Pramono_Sampah.jpeg)