Kinerja Menpora Disorot, Dinilai Langkahi Asta Cita Prabowo

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID — Ketua Umum Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al-Washliyah (HIMMAH), Abdul Razak Nasution mengkritik  Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Tohir atas kinerja nya selama 1 tahun Pemerintahan Prabowo. 

Razak menegaskan kinerja Erik telah tidak sesuai lagi dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo, yang menekankan pembangunan sumber daya manusia sebagai tulang punggung Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA:Tak Sekadar Hunian, Rumah Marni di Karawang Kini Menggerakkan Ekonomi Keluarga

BACA JUGA:Medistra Hospital dan IHH Healthcare Singapore Resmikan Kerja Sama Strategis Layanan Penyakit Hati

“Fokus kementerian saat ini hanya pada olahraga, sementara generasi muda sebagai aset bangsa  justru terabaikan. Pemuda bukan hanya bonus demografi, mereka adalah masa depan negara. Mengabaikan mereka berarti mengkhianati Indonesia 2045,” ujar Razak di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026. 

Selain itu, HIMMAH menyoroti dugaan kasus korupsi besar sewaktu Erick Thohir menjabat sebagai Menteri BUMN di era Presiden Jokowi.

antaranya, dugaan investasi kontroversial GOTO (Gojek Tokopedia), proyek fiktif Rp147 miliar di PT Telkomsel, serta dugaan keikutsertaan pada kasus korupsi lahan PT Timah yang telah dilaporkan masyarakat ke KPK yang menjerat Suami Dewi Sandra CS.

Razak meminta aparat hukum khususnya bertindak  tegas, menindaklanjuti laporan-laporan masyarakat ini demi keadilan dan akuntabilitas publik.

Tidak berhenti di situ, HIMMAH mengumumkan rencana untuk membentuk koalisi besar pemuda lintas organisasi untuk mengajukan pada Presiden Prabowo agar mengeluarkan Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang) untuk pemisahan nomenklatur Kementerian Pemuda dari Kementerian Olahraga.

Tujuannya agar kepemudaan mendapat perhatian penuh, termasuk alokasi anggaran yang memadai. 

“Saat ini anggaran untuk pemuda nyaris nihil. Kita bicara tentang generasi yang akan memimpin Indonesia 2045, bukan sekadar statistik memang sudah saatnya Kementerian Pemuda di bentuk terpisah dengan nomenklatur olah raga tahun ini juga ” ujar Razak.

HIMMAH menegaskan gerakan ini bukan personal attack, melainkan tuntutan terhadap kepemimpinan yang akuntabel dan berpihak pada masa depan bangsa. Gerakan ini juga akan menggandeng akademisi dan organisasi kepemudaan lainnya untuk memastikan advokasi berjalan sistematis.

“Jika pemuda diabaikan hari ini, siapa yang akan membawa Indonesia menuju emas 2045? Kita tidak akan diam. Pemuda harus didengar, diperkuat, dan dilindungi", pungkasnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Pamer Pemberantasan Korupsi di WEF: Kita Harus Berani Akui Penyakit Kita
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Momen Haru Diaspora Sambut Presiden Prabowo di Swiss
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Dolar AS Menguat, Trump Tarik Ancaman Tarif Terkait Greenland
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dominasi Tuan Rumah! 16 Wakil Amankan Babak Kedua Indonesia Masters 2026
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Mensos Ajak Warga Awasi DTSEN demi Bansos Tepat Sasaran
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.