Alasan Fans Indonesia Ingin Menyaksikan Trofi Piala Dunia

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Kunta Bayu Waskita

TVRINews - Jakarta

Geraldo, fans Timnas Argentina, memandang acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola dari sudut yang lebih reflektif dan personal. 

Kilau Trofi Piala Dunia kembali menyedot perhatian publik Indonesia. Melalui FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026), simbol tertinggi sepak bola dunia itu hadir lebih dekat.

Menghadirkan pengalaman emosional bagi para penggemar lintas generasi. Dari pencinta sejarah, pemburu momen langka, hingga mereka yang tumbuh bersama layar televisi sejak masa sekolah.

Bagi Boy Ulrich, fans Timnas Jerman yang hadir dalam acara yang digelar di Jakarta Convention Center itu, kehadiran trofi Piala Dunia bukan sekadar pameran atau seremoni.

Ada ikatan historis dan emosional yang membuatnya merasa terpanggil untuk datang dan menyaksikan langsung simbol supremasi sepak bola dunia tersebut.

Ketertarikannya terhadap sepak bola Jerman, menurut Boy, juga berakar dari latar belakang keluarganya yang memiliki garis keturunan Jerman, sekaligus kekagumannya pada tradisi dan mentalitas sepak bola negara tersebut.

“Saya datang ke acara ini untuk merasakan langsung atmosfer Trofi Piala Dunia,” ujar Boy Ulrich. 

“Sekalian juga membayangkan trofi ini bisa dibawa pulang lagi oleh Timnas Jerman. Sudah cukup lama sejak terakhir kali mereka mengangkatnya, dan sejak 2018 rasanya ada kerinduan itu,” ia menambahkan.

Boy menilai Jerman sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia, dengan empat gelar Piala Dunia yang menjadi bukti konsistensi mereka sepanjang sejarah.

Ia menekankan bahwa kekuatan Jerman bukan semata soal teknik, melainkan mentalitas juara—karakter yang kerap disebut sebagai “diesel”: tidak selalu meledak di awal, tetapi kuat, stabil, dan sulit dipatahkan.

Sosok seperti Thomas Muller ia sebut sebagai representasi kecerdasan sepak bola Jerman, pemain yang sederhana namun menentukan, dan telah menjelma menjadi legenda.

Adapun Geraldo, fans Timnas Argentina, memandang acara ini dari sudut yang lebih reflektif dan personal.

Ia menilai kehadiran FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Indonesia sebagai sesuatu yang pantas disambut antusias.

Acara ini menurutnya membawa kembali ingatan panjang tentang Piala Dunia dalam perjalanan hidupnya sebagai penonton sepak bola.

“Saya menonton Piala Dunia sudah dari zaman SD,” kata Geraldo, mengenang awal ketertarikannya sejak Piala Dunia 2006.

Bagi dia, melihat trofi secara langsung bukan hanya soal prestasi masa kini, tetapi juga nostalgia.

Yakni, tentang bagaimana Piala Dunia menjadi bagian dari kenangan masa kecil dan tumbuh bersama jutaan penggemar lain di seluruh dunia.

Sementara itu, Agus, seorang pemuda asal Boyolali, Jawa Tengah, hadir dengan motivasi yang lebih sederhana, namun tetap semangat. 

Ia mengaku datang ke acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola karena diajak temannya dan ingin ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Dirinya sekaligus antusias ingin melihat langsung trofi Piala Dunia, sesuatu yang selama ini hanya bisa ia saksikan melalui layar televisi.

“Trofinya Piala Dunia. Jarang-jarang bisa lihat langsung,” ujarnya. Dalam percakapan singkat, ia menyebut Portugal sebagai tim favoritnya, dengan Cristiano Ronaldo sebagai pemain idola. 

"Tapi bukan berarti saya membenci Lionel Messi. Tidak ada perdebatan itu. Ketika Messi juara Piala Dunia bersama Argentina tahun 2022, saya tidak merasa kecewa atau sakit hati," ujar Agus, mewanti-wanti.

Namun uniknya, meskipun mengaku sebagai penggemar Ronaldo dan Timnas Portugal, ia justru mengenakan jersey Timnas Inggris saat menghadiri acara tersebut.

"Saya pakai jersey Inggris karena kebetulan saja punya koleksinya. Bukan berarti saya fans Timnas Inggris," ucap Agus seraya tertawa.

Interaksi ringan soal jersey dan dukungan tim nasional menciptakan suasana akrab, menunjukkan bagaimana acara ini menjadi ruang pertemuan alami bagi penggemar dari berbagai latar belakang.

Editor: Kunta Bayu Waskita

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Bergabung ke Dewan Perdamaian Gagasan Trump Presiden AS
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kementerian ATR/BPN Cabut Sertifikat HGU Perusahaan Gula di Atas Tanah Milik TNI AU
• 22 jam lalupantau.com
thumb
OTT Bupati Pati Sudewo: Uang Jabatan Desa Diduga Dikumpulkan dalam Karung, KPK Buka Suara
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Nasib Guru dan Pegawai SPPG Berbeda, Prabowo Diminta Selesaikan Masalah PPPK
• 17 jam lalugenpi.co
thumb
IHSG Sesi I Menguat 0,55 Persen ke 9.060
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.