JAKARTA, KOMPAS.TV - Pada 24 Desember 2025, Presiden Prabowo menyampaikan tekad dan komitmennya dalam pemberantasan korupsi.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya mengatakan tidak bisa jika pencegahan korupsi hanya bergantung pada pengarahan sesaat, termasuk taklimat presiden maupun pembekalan dalam retret pejabat.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan figur-figur teladan yang menjadi antitesis dari maraknya kasus korupsi.
Menurut Bima Arya, Indonesia masih kekurangan role model berintegritas yang dapat menjadi penyeimbang di tengah sorotan publik terhadap praktik koruptif.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, Danang Widoyoko menyebut korupsi itu bisa diwujudkan dengan bermacam-macam.
Contohnya dalam kasus Bupati Pati Sadewo, korupsi justru menyerupai pemerasan, seperti pungutan dalam proses pengisian jabatan atau seperti yang terjadi pada Wali Kota Madiun, Maidi yang menjadi tersangka lantaran diduga terkait permintaan dana proyek di daerah.
Danang menambahkan penekanan pemberantasan korupsi yang hanya berfokus pada penegakan hukum masih belum menyentuh akar persoalan.
“Justru berbahaya jika pemberantasan korupsi hanya mengandalkan penegakan hukum, karena rawan disalahgunakan,” tegasnya.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan komentarnya.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/jtVCelbFEEs?si=kF3xxWEf-rVhuuEN
#kpk #korupsi #pati
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- korupsi
- kpk
- wamendagri
- bima arya
- bupati





