BPBD: Cuaca Ekstrem di Jabar Hingga Akhir Januari 2026, Warga Diminta Lebih Waspada

republika.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Hal itu seiring adanya peningkatan curah hujan menjelang akhir Januari 2026.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Majalengka.

Baca Juga
  • Cuaca Ekstrem Landa Negara Arab, Diterpa Angin Kencang Hingga Salju-Salju Menutupi Gurun Pasir
  • Wamendagri: Sistem Pompa Terintegrasi Surabaya Solusi Efektif Hadapi Cuaca Ekstrem
  • Cuaca Ekstrem Rusak 16 Rumah di Flores Timur
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, menjelaskan, peningkatan curah hujan dipengaruhi kombinasi beberapa faktor atmosfer, baik global maupun regional. Kondisi tersebut berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

“Berdasarkan informasi BMKG, kelembapan udara yang tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat sangat mendukung terbentuknya awan hujan secara masif. Ditambah dengan pengaruh Monsun Asia dan aktivitas gelombang atmosfer, maka risiko cuaca ekstrem di Majalengka perlu diwaspadai bersama,” ujar Agus, Rabu (21/1/2026).

.rec-desc {padding: 7px !important;} Ia menegaskan, BPBD Kabupaten Majalengka telah menyiagakan personel serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah kecamatan, hingga relawan kebencanaan. Hal itu untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi. 

“Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak lengah. Warga yang tinggal di sekitar daerah rawan banjir, bantaran sungai, dan wilayah perbukitan agar lebih waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam durasi lama,” katanya. 

Agus juga mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi. Selain itu, melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana di lingkungan masing-masing.

“Bersihkan saluran air di sekitar rumah, hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai angin kencang, serta jauhi tiang dan peralatan listrik ketika terjadi hujan petir. Jika terjadi kondisi darurat atau bencana, segera laporkan kepada BPBD melalui call center 0823-4040-0300, atau hotline gratis di 112,” tambahnya

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Ungkap Penyebab Banjir di Kota Tangerang
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
KPK Cecar Eks Menpora Dito: Asal Usul Kuota Haji Tambahan Dipertanyakan
• 2 jam lalusuara.com
thumb
3 Warga Tertimpa Pohon saat Hujan Deras di Jakarta Pusat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Sorgum Tak Dilirik sebagai Pangan, Perusahaan Ini Kembangkan Jadi Biomassa
• 1 menit lalukatadata.co.id
thumb
Data Terbaru Jumlah Saham CIMB Niaga (BNGA) Milik Lo Kheng Hong
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.