JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dalam beberapa waktu belakangan mengulang cerita lama di Ibu Kota.
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak awal 2026 menyebabkan puluhan hingga ratusan rukun tetangga (RT) dan ruas jalan di berbagai wilayah, mulai dari Jakarta Barat hingga Jakarta Utara, terendam banjir beberapa kali
Kondisi ini membuat publik bertanya-tanya, apa solusi jangka panjang yang bisa dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung?
Baca juga: BMKG: Ini Status Cuaca Ekstrem di Masing-masing Kota Jabodetabek Jumat Ini
Dalam pernyataannya, Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir di Jakarta harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan secara sporadis atau setengah-setengah di satu lokasi saja.
Penyiagaan Pompa BanjirSalah satu fokus utama Pramono adalah kesiapsiagaan pompa. Baik pompa stasioner, pompa mobile, maupun pintu air harus siap beroperasi maksimal saat hujan deras maupun dalam kondisi darurat.
Berdasarkan data hingga 12 Desember 2025, tercatat ada 612 unit pompa stasioner yang tersebar di 211 lokasi.
Kemudian, terdapat 590 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.
Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir atau genangan yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner.
“Yang paling utama sekarang ini semuanya kami siagakan: ada sekitar 1.200 pompa, kurang lebih 600 pompa portabel dan 600 pompa mobile,” ujar Pramono saat ditemui di Rusunawa Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).
Pramono mengeklaim, kesiapsiagaan pompa membuat kondisi Jakarta lebih terkendali saat hujan deras.
Baca juga: Update Banjir Jakarta Jumat Pagi: 106 RT dan 14 Ruas Jalan Masih Tergenang
Pengerukan Sungai dan WadukUntuk memastikan drainase bekerja optimal, pengerukan dilakukan di sungai, kali, waduk, situ, dan embung.
Hingga 12 Desember 2025, volume pengerukan di lima kota administrasi Jakarta mencapai 856.886 meter kubik (M3), tersebar di 1.996 titik:
- Jakarta Timur: 850 titik
- Jakarta Barat: 318 titik
- Jakarta Utara: 558 titik
- Jakarta Selatan: 103 titik
- Jakarta Pusat: 167 titik
Pengerukan dilakukan dengan 260 unit alat berat dan 457 dump truck.
Revitalisasi dan Pembangunan Waduk/Situ/EmbungPramono mendorong pembangunan waduk dan embung sebagai penampung air hujan dan pengendali genangan.
Pada awal Januari 2026, ia meresmikan Waduk Cilangkap Batu Licin di Jakarta Timur. Waduk ini menahan limpasan air hujan dan mengurangi risiko genangan di permukiman padat.




