Prabowo Ingin Bentuk Tim untuk Tangani Masalah Banjir di Pulau Jawa

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memantau dampak hingga penanganan banjir yang menerjang wilayah Jakarta saat kunjungan kerja (kunker) di Swiss. Prabowo memerintahkan jajarannya membentuk tim kajian untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

Dalam arahan Prabowo, Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut Prabowo memerintahkan membuat tim kajian untuk membuat desain besar menangani permasalahan banjir khususnya di Pulau Jawa. Sebab, kata Pras, permasalahan banjir terus berulang di Pulau Jawa.

"Termasuk kemudian di dalam komunikasi itu Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah-masalah yang berkenaan dengan air, terutama khususnya di Pulau Jawa karena bagaimanapun kita sadari bahwa masalah ini adalah masalah yang rutin berulang setiap tahunnya," ujar Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Penanganan banjir selanjutnya, kata Pras, akan lebih terintegrasi dari hulu ke hilir, termasuk melibatkan banyak sektor. Pras mencontohkan laporan Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam waktu satu minggu terakhir ada 16 titik banjir yang sekarang bertambah menjadi 17.

"Satu titik yang selama ini belum pernah terjadi itu kemudian juga muncul genangan di jalur rel kereta api yang kemudian itu juga mengganggu perjalanan dan tentunya mengganggu pelayanan kereta api kepada masyarakat," ucap Pras.

Pras menilai curah hujan tinggi pada Januari bukan menjadi faktor utama penyebab banjir. Namun, ada faktor lain seperti perubahan tata ruang yang berpengaruh, serta pendangkalan daerah aliran sungai juga dinilai berpengaruh.

"Jadi perhatian Bapak Presiden bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir termasuk dengan tim Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa atau yang selama ini lebih dikenal dengan yang sedang mempersiapkan untuk proyek giant sea wall. Gerak-gerak itu," ucapnya.

Tersisa 200 Situ Se-Jabodetabek

Pras menilai curah hujan tinggi pada Januari bukan menjadi faktor utama penyebab banjir. Namun, ada faktor lain seperti perubahan tata ruang yang berpengaruh, serta pendangkalan daerah aliran sungai juga dinilai berpengaruh.

"Tentunya itu hanya salah satu ya, faktor cuaca tingginya curah hujan di bulan basah akhir Januari ini memang cukup tinggi, tetapi kita tentu menyadari bahwa ini tidak sekedar faktor cuaca. Ini bagaimana perubahan tata ruang juga di situ berpengaruh, bagaimana pendangkalan-pendangkalan aliran daerah-daerah aliran sungai itu juga berpengaruh," kata Pras.

Menurut data yang diketahui Pras, Jakarta sempat memiliki seribu situ atau danau yang berfungsi menjadi titik resapan air. Namun, seiring waktu, situ itu berkurang hingga hanya berjumlah ratusan.

"Termasuk data mengatakan bahwa wilayah Jabodetabek ini dulunya memiliki kurang lebih 1.000 situ atau danau atau telaga yang itu menjadi reservoir-reservoir daerah tangkapan air," ujar Pras.

Situ di Jakarta, kata Pras, kini hanya tersisa 200 yang menjadi perhatian Prabowo. Oleh sebab itu, Pras mengatakan pemerintah ingin menyelesaikan banjir dari akar masalah hingga penanganan jangka panjangnya.

"Nah menurut data terakhir hari ini kurang lebih hanya tinggal tersisa 200 situ yang ini tentunya menjadi perhatian kita bersama-sama yang oleh karenanya tadi Bapak Presiden menghendaki untuk tim ini bekerja dengan cepat, diminta lah Bappenas, kemudian Kemenko Infra, tentu nanti dengan PU, kemudian dengan ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kemendagri karena ini lintas provinsi untuk secepatnya mencari dan menganalisa supaya ke depan dapat kita selesaikan secara menyeluruh begitu, baik dari hulu sampai ke hilirnya," imbuhnya.

Saksikan pembahasan selengkapnya hanya di program detikPagi edisi Jumat (23/1/2026). Nikmati terus menu sarapan informasi khas detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"




(vrs/vrs)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Fresh Graduate Diprioritaskan di CPNS 2026, Segini Kisaran Gaji dan Tunjangan
• 4 jam lalufajar.co.id
thumb
Yusril Tegaskan Reformasi Polri Fokus pada Pembenahan Internal hingga Revisi UU Kepolisian
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Tabungan Nasabah di Atas Rp 5 M Melonjak 22,76%, di Bawah Rp 100 Juta Melambat
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Wagub Rano Karno Ajak Rabithah Alawiyah Bersinergi Bangun Jakarta Jelang Usia ke-500
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Fakta dan Mitos tentang Burung Kedasih (Cacomantis Merulinus)
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.