Makassar, ERANASIONAL.COM – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di gunung Bulusaraung, wilayah Pangkep–Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Didik Supranoto mengatakan, korban kedua adalah seorang penumpang bernama Deden Maulana.
Informasi tersebut dipastikan dalam prosesi penyerahan jenazah kepada pihak keluarga yang berlangsung di Post Mortem DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Kota Makassar.
“Proses penyerahan jenazah dilakukan setelah rangkaian identifikasi forensik dinyatakan selesai oleh tim DVI. Prosesi penyerahan jenazah kepada keluarga korban berlangsung pada Selasa (20/1) sekitar pukul 22.08 Wita,” jelas Didik, dikutip Jmat (23/1).
Deden Maulana diketahui merupakan seorang pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sebelumnya diberitakan, penanganan identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berjenis kelamin laki-laki berlangsung cukup menguras energi.
Penyebabnya karena kondisi jenazah yang tidak utuh akibat benturan benda keras, sehingga meremukkan hampir seluruh organ tubuhnya.
Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, dalam proses identifikasi dilakukan secara ketat dengan mengedepankan ketepatan dan ketelitian sebelum penetapan identitas resmi disampaikan ke publik.
Kombes Didik Supranoto, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa kecelakaan pesawat tersebut. Ia berharap keluarga korban diberi ketabahan dan seluruh proses pencarian serta evakuasi dapat berjalan lancar.
Didik menjelaskan, hingga saat ini tim DVI Biddokkes Polda Sulsel telah menangani dua jenazah korban. Satu jenazah telah berhasil diidentifikasi bernama Florencia Lolita Wibisono dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya diberitakan, kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr Muhammad Haris, didampingi manajemen Indonesia Air Transport menyerahkan jenazah pramugari Florencia kepada ayah almarhumah, Rabu (21/1).
Diketahui jenazah Florencia berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri setelah melalui serangkaian pemeriksaan ilmiah.
Usai proses identifikasi rampung, jenazah dimasukkan ke dalam peti untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.
Felix selaku kakak dari pramugari Florencia mengucapkan banyak terima kasih kepada tim yang terlibat proses pencarian, evakuasi dan identifikasi terhadap adiknya. []





