JAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan pemerintah provinsi akan terus melakukan modifikasi cuaca untuk mengantisipasi curah hujan tinggi yang berpotensi memicu banjir.
Modifikasi cuaca diperbolehkan dilakukan satu hingga tiga kali dalam sehari sampai tanggal 27, menyesuaikan kondisi cuaca di lapangan.
“Walaupun persoalan yang menyangkut modifikasi cuaca ini ada kritik dari banyak orang, menurut saya enggak apa-apa. Tapi ini secara langsung seperti hari ini harusnya modifikasinya hanya satu kali. Saya langsung perintahkan dua tiga kali kalau perlu sampai tiga kali. Jadi sampai dengan tanggal 27 modifikasi cuaca boleh dilakukan 1 hari sampai dengan tiga kali,” ujar Pramono, Jumat (23/1/2026).
Selain itu, Pramono juga menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk menerapkan kebijakan school from home (SFH) dan Dinas Tenaga Kerja untuk menerapkan work from home (WFH).
Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko akibat curah hujan tinggi, banjir, serta kemacetan lalu lintas.
Selain modifikasi cuaca, Gubernur Pramono Anung juga memerintahkan penambahan jumlah pompa air untuk mempercepat surutnya genangan. Ia menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air agar tidak hanya mengganti pompa yang rusak, tetapi juga menambah unit pompa di sejumlah titik rawan banjir.
“Pompa akan terus kita tambah. Saya sudah minta Kepala Dinas SDA untuk fokus pada penambahan pompa dan normalisasi di beberapa titik, termasuk Kali Krukut dan Sungai Ciliwung,” ujar Pramono.
Sahabat KompasTV, bagaimana pendapat kalian terkait berita ini, tulis di kolom komentar ya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Novaltri
Baca Juga: BMKG Tetapkan Peringatan Cuaca Ekstrem Level Awas di Jabodetabek 23 Januari 2026 | SAPA PAGI
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- pramono anung
- banjir jakarta




