Longsor di Manggarai Timur: Satu Tewas dan Dua Hilang 

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

KUPANG, KOMPAS - Satu warga tewas dan dua lainnya hilang akibat tanah longsor yang terjadi di Desa Goreng Meni, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, 227 warga mengungsi akibat kejadian ini.

Dalam siaran pers Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur pada Jumat (23/1/2026), Camat Lamba Leda Vitalis Edmundus Lana, melaporkan, longsor terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 15.00 Wita. Tanah longsor yang dipicu hujan deras menimpa rumah warga bernama Kongradus Lasa. 

"Ada dua korban tertimbun yang belum ditemukan, sedangkan dua korban lain berhasil dievakuasi dari lokasi dan mendapat perawatan di Puskemas Benteng Jawa. Satu korban yang dirawat itu kemudian meninggal pada Jumat (23/1/2026) pagi," kata Vitalis.

Saat ini, lanjutnya, hujan masih terus mengguyur lokasi itu. Beberapa titik longsor kecil dan yang rawan longsor ditemukan di jalan menuju lokasi bencana. Khawatir longsor susulan, 227 warga sudah mengungsi.

Saat ini, petugas Badan Penganggulangan Bencana Daerah Kabupaten Manggarai Timur sudah dikirim ke lokasi kejadian guna mencari korban hilang. Tim juga membawa 750 kilogram beras, makanan siap saji, terpal, air minum kemasan, dan peralatan tidur.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere juga telah memberangkatkan tim ke lokasi kejadian. Operasi SAR dimulai. Operasi melibatkan unsur gabungan, antara lain Pos SAR Manggarai Barat, BPBD Kabupaten Manggarai Timur, Kodim Kabupaten Manggarai Timur, Polres Manggarai Timur, serta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Timur.

Baca JugaSiklon Sonca Meningkatkan Cuaca Ekstrem di Indonesia
Baca JugaSiklon Ilsa yang Terbentuk di Selatan NTT Merusak di Australia
Baca JugaSiklon Senyar: Penanda Awal ”New Normal”

Tim SAR gabungan berusaha mencari korban dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih berpotensi hujan.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 91S di selatan wilayah NTT dan NTB memicu terjadinya cuaca ekstrem di dua daerah itu. Hujan lebat, angin kencang, dan tinggi gelombang laut mengancam kehidupan manusia di sekitarnya.

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Sti Nenot'ek pada Jumat (23/1/2026) pagi, mengatakan, saat ini, ada pergerakan Bibit Siklon Tropis 91S di barat Pulau Sumba, NTT atau di selatan wilayah NTB. Bibit tersebut tumbuh tanggal 21 Januari 2026 dan berpotensi menjadi siklon tropis.

"Bibit Siklon Tropis 91S di Selatan NTB memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di wilayah NTT terutama di wilayah NTT bagian barat," ujarnya.

Wilayah sisi barat NTT dimaksud membentang dari Pulau Sumba bagian barat ke Pulau Flores bagian barat. Manggarai Timur masuk wilayah Flores bagian barat.

Adapun bibit Siklon Tropis 97S yang sejak 16 Januari 2026 tumbuh dan berkembang di utara Australia, kini sudah melemah dan dinyatakan tidak aktif. Dinamika siklonik di wilayah itu selalu berdampak ke NTT.

Di wilayah NTT akan terbentuk belokan, pertemuan, dan perlambatan kecepatan angin. Akibatnya, hujan deras disertai petir dan angin kencang terjadi dalam durasi singkat.

"Diingatkan agar waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem seperti ini," ucapnya.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena telah memerintahkan badan penganggulan bencana agar mengantisipasi daerah yang rawan bencana. Masyarakat yang terancam segera dievakuasi. Kini, pemetaan lokasi dilakukan petugas.

Pos komando bencana sudah dibuka di kantor Badan Penganggulan Bencana Daerah NTT sejak akhir 2025 lalu. Stok makanan siap saji dan kebutuhan dapur umum untuk masa tanggap darurat sudah disiapkan. 

Serial Artikel

Bersiaplah bila ”Seroja” Datang Lagi ke Pesisir Nusa Tenggara

Badai Seroja meninggalkan trauma mendalam bagi warga NTT. Banyak warga mulai melakukan gerakan mitigasi mandiri. Sayangnya, belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk menghadapi kemungkinan bencana itu datang lagi.

Baca Artikel


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Jakarta, Pemprov DKI Imbau Perusahaan Terapkan WFH Akibat Cuaca Ekstrem
• 3 jam lalunarasi.tv
thumb
BNPB Targetkan Pengungsi Banjir Aceh Utara Keluar dari Tenda Sebelum Ramadan
• 48 menit lalutvrinews.com
thumb
Kurs Rupiah Dolar AS di BCA, BRI, dan BNI pada Jumat, 23 Januari 2026
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Data Ekonomi Solid, Wall Street Menguat Usai Trump Batalkan Ancaman Tarif
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Di Hadapan Pemimpin Dunia, Prabowo Tegaskan Jalan Keluar dari Kemiskinan: Negara Wajib Menangkan Pendidikan
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.