Trisula Textile (BELL) Pasang Target Pertumbuhan 8% pada 2026

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tekstil dan garmen, PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) menetapkan target pertumbuhan pendapatan perseroan hingga 8% YoY pada tahun ini. Sejumlah strategi yang telah disiapkan perseroan belakangan diprediksi bakal mendorong laju positif bagi pertumbuhan perseroan.

Presiden Direktur Trisula Textile Industries Karsongno Wongsodjaja memaparkan perseroan memiliki setidaknya empat strategi untuk tahun ini, salah satunya dengan melakukan peremajaan dan modernisasi mesin berteknologi canggih.

Perseroan pun mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp21 miliar dengan 70%-nya akan dialokasikan untuk peremajaan mesin. Hal itu dinilai Karsongno penting untuk menjaga efektivitas produksi.

“Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% untuk tahun 2026,” kata Karsongno dalam paparan publik BELL, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga : Trisula Textile (BELL) Sedia Capex Rp21 Miliar, Ini Alokasi Belanjanya

Selain itu, BELL juga berupaya memperkuat R&D perseroan melalui Trisula Innovation Center guna mendorong inovasi yang terintegrasi di sektor tekstil dan garmen. Upaya ini dilakukan untuk mengembangkan produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Dengan kehadiran Trisula Innovation Center, BELL berharap dapat berkolaborasi dengan supplier untuk menularkan inovasi dan mampu menciptakan produk-produk yang bernilai tambah bagi perseroan.

Di segmen ritel, BELL berencana secara rutin meluncurkan produk-produk anyar yang dinilai relevan dengan kebutuhan pasar. Salah satu produk yang akan dirilis oleh BELL tahun ini adalah kain hasil recycle.

Produk ini nantinya akan dikhususkan untuk pasar ekspor yang diharapkan mampu mendorong pendapatan perseroan dengan lebih signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan sepanjang sembilan 2025, BELL membukukkan penjualan ekspor senilai Rp25,77 miliar, sementara penjualan lokal masih mendominasi senilai Rp373,93 miliar. Penjualan ekspor BELL tumbuh 10,74% YoY saat penjualan lokal terkoreksi 2,15% YoY. Secara umum, pendapatan perseroan ditopang oleh segmen korporat sebesar 26%, ritel 60%, dan ekspor sebesar 6%. 

“Jadi strateginya tentu kami akan memanfaatkan keunggulan yang kami miliki dan akan kami sesuaikan dengan kebutuhan pasar ekspor yang kami tuju,” katanya.

Adapun sepanjang sembilan bulan 2025, BELL membukukan penjualan neto senilai Rp413,33 miliar atau terkoreksi 3% year-on-year (YoY) dari Rp426,36 miliar pada 9 bulan 2024.  Laba bersih perseroan juga turun 40,43% YoY menjadi Rp5,48 miliar.

Meskipun begitu, perseroan optimistis mampu mencetak pertumbuhan sepanjang 2025. Karsongno berharap besar pada kuartal IV/2025 yang dinilai menjadi momentum bagi produk-produk milik perseroan untuk diborong pasar.

“Jadi kami masih tetap optimistis di kuartal IV/2025 kami bisa menyajikan hasil yang bagus, cukup baik, sehingga target kami di 2025 ini penjualan ada peningkatan dibandingkan 2024,” katanya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tanggul Kali Angke Jebol, Ratusan Rumah di Pinang Griya Tangerang Terendam
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aceh Belum Pulih, Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang untuk Keempat Kalinya
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Bersaksi di Pengadilan, Teman Sekamar Ceritakan Keseharian Ammar Zoni di Rutan Salemba
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Daftar Wilayah Indonesia Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari ini, Jakarta Siaga!
• 13 jam laludisway.id
thumb
IHSG Diuji, Investor Domestik Jadi Penopang Indeks saat Gencarnya Outflow Asing
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.