Bulog Pastikan Tradisi Meugang di Aceh Aman, Stok Pangan Melimpah Menjelang Ramadan

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani memastikan kesiapan stok pangan aman menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Sebagaimana diketahui, perayaan Imlek, bulan Suci Ramadan hingga Idulfitri, berlangsung dalam kurun berdekatan.

BACA JUGA: Bea Cukai Bersinergi dengan Berbagai Instansi Demi Menjaga Ketahanan Pangan Nasional

Salah satu yang menjadi perhatian Bulog yakni kebutuhan pangan untuk tradisi di sejumlah daerah menjelang perayaan bulan suci Ramadhan, seperti Meugang di Aceh.

Rizal mengintruksikan seluruh gudang di Aceh untuk memenuhi ketersediaan komoditas pokok, mengingat wilayah tersebut masih dalam proses pemulihan pasca-bencana.

BACA JUGA: Tanam Padi Serentak, Kodam XXI/Radin Inten Dorong Produksi Pangan

Pasokan beras, minyak goreng, dan gula dipastikan tersedia agar masyarakat Aceh dapat menjalankan tradisi tersebut tanpa kekurangan.

"Terkait tradisi Meugang, kami Bulog sedang mendukung ke berbagai gudang-gudang Bulog di seluruh Aceh untuk dipenuhi semaksimal mungkin, baik beras, minyak, gula dan lain sebagainya," kata Rizal di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).

BACA JUGA: PT Agrinas Pangan Nusantara Dorong Peran Kemendagri untuk Percepatan Pengadaan Lahan KDKMP

"Sesuai dengan perintah Pak Presiden memperluak Menteri Pertanian, yang mana gudang-gudang Bulog di Aceh, di Sumata Utara dan di Sumata Barat itu di daerah bencana agar dilipat gandakan stoknya tiga kali lipat," imbuhnya.

Sementara itu, untuk perayaan Imlek yang dirayakan masyarakat Tionghoa di berbagai daerah, Bulog juga menyatakan kesiapannya.

Rizal memastikan dukungan logistik berupa beras, minyak, dan gula akan disiapkan semaksimal mungkin untuk memastikan perayaan berjalan lancar.

Menatap bulan Ramadan, Bulog memegang teguh arahan Menteri Pertanian untuk menjaga stabilitas harga pangan.

Rizal menegaskan harga komoditas strategis seperti beras, minyak, dan gula tidak boleh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Bulog akan bersinergi dengan Satgas Pangan, TNI, dan Polri untuk melakukan pengawasan di lapangan.

Upaya itu dilakukan untuk mencegah lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari raya akibat spekulasi pasar.

"Harapan dari Bapak Menteri Pertanian dan kami juga dari Bulog, harga-harga pangan nanti tidak ada yang di atas HET ataupun melonjak tinggi di pasaran," tutup Rizal. (mcr31/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Trisula Textile (BELL) Sedia Capex Rp21 Miliar, Ini Alokasi Belanjanya
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo dan Didit Bertemu Zidane dan Putranya di Sela WEF di Davos
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Ombudsman RI Dorong Penguatan Regulasi All-Indonesia demi Layanan Keimigrasian Terpadu dan Berkeadilan
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Lompatan Mimpi Anak-Anak Pluit di Gang Sempit yang Menjadi Arena Akrobatik
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Dewan Perdamaian Gaza Berdiri, 8 Negara Islam Bergabung dan Iran tidak Termasuk, Mengapa?
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.