DEPOK, KOMPAS.com - Banjir setinggi 25 sentimeter menggenangi Jalan Raya Duta Pelni, Cisalak, Kota Depok, Jumat (23/1/2026) sore.
Pantauan Kompas.com di lokasi, genangan itu terlihat di sepanjang jalan sekitar 100 meter dengan lebar jalan berkisar 8-10 meter.
Di dekat lokasi, terlihat jembatan yang berdiri tepat di atas Kali Cijantung dan terlihat air meninggi hampir meluap.
Baca juga: Baru Sebulan Pindah dari Bogor, Warga Shock Lihat Banjir Jakarta
Ketinggian genangan bisa mencapai sekitar 25 sentimeter. Beberapa pengendara motor mematikan mesin kendaraan dan mendorongnya hingga ujung jalan.
Beberapa pemotor bahkan memutar arah sebab tak ingin repot jika motor mogok. Hal ini juga turut dilakukan sejumlah pengendara mobil.
var endpoint = 'https://api-x.kompas.id/article/v1/kompas.com/recommender-inbody?position=rekomendasi_inbody&post-tags=banjir Depok, banjir di depok, Depok banjir&post-url=aHR0cHM6Ly9tZWdhcG9saXRhbi5rb21wYXMuY29tL3JlYWQvMjAyNi8wMS8yMy8xOTI1Mjc0MS9kZXBvay1odWphbi1zZWhhcmlhbi1qYWxhbi1yYXlhLWR1dGEtcGVsbmktYmFuamlyLTI1LWNt&q=Depok Hujan Seharian, Jalan Raya Duta Pelni Banjir 25 Cm §ion=Megapolitan'
var xhr = new XMLHttpRequest();
xhr.addEventListener("readystatechange", function() {
if (this.readyState == 4 && this.status == 200) {
if (this.responseText != '') {
const response = JSON.parse(this.responseText);
if (response.url && response.judul && response.thumbnail) {
const htmlString = `
${response.judul}
Artikel Kompas.id
`;
document.querySelector('.kompasidRec').innerHTML = htmlString;
} else {
document.querySelector(".kompasidRec").remove();
}
} else {
document.querySelector(".kompasidRec").remove();
}
}
});
xhr.open("GET", endpoint);
xhr.send();
Di sisi lainnya, kelompok anak-anak perempuan terlihat bertelanjang kaki dan bermain menikmati genangan air itu di tepi jalan.
Warga sekitar bernama Lela (40) menceritakan, banjir di ruas jalan ini dinilai langganan setiap kali hujan deras.
Diperkirakan, ketinggian air paling parah 25-35 sentimeter. Butuh waktu lama untuk surut akibat saluran air yang dianggap sempit.
“Kalau hujan doang di sini sudah langganan pasti banjir,” ucap Lela saat ditemui di lokasi, Jumat.
Banjir yang diduga akibat luapan Kali Cijantung itu ternyata menjadi arena permainan bagi anak Lela selepas pulang sekolah.
googletag.cmd.push(function() { googletag.display('div-gpt-for-outstream'); });
.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
LazyLoadSlot("div-gpt-ad-Zone_OSM", "/31800665/KOMPAS.COM/news", [[300,250], [1,1], [384, 100]], "zone_osm", "zone_osm"); /** Init div-gpt-ad-Zone_OSM **/
function LazyLoadSlot(divGptSlot, adUnitName, sizeSlot, posName, posName_kg){
var observerAds = new IntersectionObserver(function(entires){
entires.forEach(function(entry) {
if(entry.intersectionRatio > 0){
showAds(entry.target)
}
});
}, {
threshold: 0
});
observerAds.observe(document.getElementById('wrap_lazy_'+divGptSlot));
function showAds(element){
console.log('show_ads lazy : '+divGptSlot);
observerAds.unobserve(element);
observerAds.disconnect();
googletag.cmd.push(function() {
var slotOsm = googletag.defineSlot(adUnitName, sizeSlot, divGptSlot)
.setTargeting('Pos',[posName])
.setTargeting('kg_pos',[posName_kg])
.addService(googletag.pubads());
googletag.display(divGptSlot);
googletag.pubads().refresh([slotOsm]);
});
}
}
Baca juga: Banjir Taman Kota Jakbar Berangsur Surut, Setengah Jalan Masih Tergenang
“Anak saya pengin ngobak (berenang), jadi saya ajak ke sini. Tapi kalau hujan terus emang biangnya sih banjir,” terangnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang