Cerita Yudith, Petugas Patroli Transjakarta Koridor 3 Saat Banjir Jakarta Barat

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Banjir yang merendam Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat, perlahan mulai surut pada Jumat (23/1) malam.

Pantauan kumparan pukul 19.30 WIB, genangan air menyusut dan arus lalu lintas berangsur kembali normal. Kendaraan terlihat melintas ramai lancar.

Di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih itu, Yudith (28), seorang petugas patroli jalur TransJakarta Koridor 3, tetap berjaga memastikan keamanan lintasan.

Yudith mengungkapkan, sejak banjir melanda Jakarta, operasional Transjakarta Koridor 3 belum kembali normal.

“Iya, untuk Transjakarta koridor 3 yang biasanya dari Monas ke Kalideres, itu setop operasi. Jadinya ada pemendekan rute, dari Monas hanya sampai halte Damai atau Indosiar,” kata Yudith kepada kumparan.

Penghentian layanan, menurut Yudith, bukan hanya dipicu oleh genangan air yang masih tersisa. Kondisi jalur juga menjadi pertimbangan utama demi keselamatan.

“Iya, selain karena banjir, ada juga karena alasan lain seperti separator yang berantakan, atau juga jalur busway yang dibuat contraflow oleh kepolisian setempat,” ujarnya.

Meski hujan mulai reda dan banjir berangsur surut, pihak Transjakarta belum berani mengambil risiko untuk kembali mengoperasikan rute secara penuh. Yudith menyebut, keputusan setop operasi sudah dilakukan sejak sehari sebelumnya.

“Walaupun hari ini hujannya agak reda dan banjirnya agak surut, tapi kita belum berani ambil risiko untuk menjalankan rute,” katanya.

Untuk sementara, armada Koridor 3 hanya berputar di kawasan Kolong Pesing.

“Karena koridor 3 sendiri, karena ujungnya hanya di halte Damai, dia diputar di Kolong Pesing. Nanti balik lagi ke Monas,” ujar Yudith.

Jika dibandingkan dengan banjir pada tahun-tahun sebelumnya, Yudith menilai kondisinya tak jauh berbeda. Namun, durasi surutnya air kali ini terasa lebih lama.

“Kalau banjir hari ini, saya rasa sama aja ya kayak tahun-tahun kemarin. Tapi yang menurut saya, hari ini lebih lama surutnya,” ucapnya.

Sebagai petugas lapangan, kekhawatiran Yudith sederhana namun penting. Ia mengantisipasi potensi kendaraan mogok dan kecelakaan di jalur yang belum sepenuhnya aman.

“Kalau kekhawatiran saya pribadi ya, takutnya cuma ada mobil mogok atau kecelakaan. Karena kalau ada mogok ataupun kecelakaan, kita akan lama evakuasinya,” katanya.

Terkait kemungkinan kembali beroperasi, Yudith mengatakan evaluasi akan dilakukan secara bertahap.

“Mungkin kita akan evaluasi lagi besok. Karena kan besok hari libur ya, jadi nggak ada rush hour,” ujarnya.

Menutup ceritanya, Yudith menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang Transjakarta atas terganggunya layanan selama beberapa hari terakhir.

“Mungkin kita mohon maaf karena kita tidak bisa melayani untuk beberapa hari ini. Kita juga sebenarnya nggak enak kan, tapi ya mau bagaimana lagi,” tuturnya.

Ia menegaskan, berbagai pihak telah bekerja semaksimal mungkin di tengah cuaca ekstrem.

“Kita sama kepolisian, Dinas Air, sudah bekerja semaksimal mungkin, tapi memang intensitas hujannya cukup tinggi dan banjirnya juga semakin bertambah,” pungkas Yudith.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tottenham Hotspur Resmi Rekrut Bek Muda Brasil, Souza, dari Santos
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Cabai di Pagar Alam Anjlok hingga 50 Persen
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Menaker: Ada Perusahaan Langgar Aturan Magang Nasional, Sudah Kami Tegur
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Izin Produksi Nikel dan Batubara 2026 Dikurangi, Pengamat Ingatkan Kepastian Usaha
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Butcher dan Steward Hotel Tentrem, Tangan di Balik Dapur yang Jaga Mutu Hidangan
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.