Bisnis.com, JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) mengelola lahan perkebunan sawit seluas 1,7 juta hektare hanya dalam setahun beroperasi, sejak diresmikan pada 16 Januari 2025.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Agus Sutomo mengatakan, 1 tahun pertama menjadi fase krusial dalam membangun fondasi perusahaan yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada kepentingan publik.
"Lima kali kami menerima tugas mengelola lahan dan saat ini total lahan yang dikelola mencapai sekitar 1,7 juta hektare, dengan luasan tanaman sekitar 774.000 hektare," ujar Agus di Menara Palma, Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Adapun, dari pengelolaan lahan tersebut, dalam 1 tahun Agrinas Palma berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun dengan laba bersih Rp1,6 triliun.
"Kami juga telah menyumbang kepada kas negara sebesar Rp530 miliar, serta menempatkan dana deposito sebesar Rp1 triliun," lanjutnya.
Perlu diketahui, Agrinas Palma Nusantara didirikan berdasarkan penugasan negara untuk mengelola lahan hasil penertiban kawasan hutan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah).
Baca Juga
- Agrinas: Biaya Bangun Kopdes Rp1,65 Miliar per Gerai, Ini Penjelasannya
- Kemenkop dan Agrinas Siap Bangun KopDes Merah Putih, Sudah Kantongi 30.500 Titik
- Agrinas Ditugasi Bangun Gerai Kopdes Merah Putih Pakai Duit APBN
Perseroan menerima penugasan pengelolaan lahan secara bertahap sebanyak lima tahap, dengan total luas mencapai sekitar 1,7 juta hektare. Penugasan tersebut tersebar di berbagai wilayah, seperti Riau, Kalimantan, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Aceh, hingga Papua Selatan.
Secara terperinci, perseroan perdana menerima lahan pada 10 Maret 2025, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menyerahkan lahan seluas 221.868 hektare hasil penertiban Duta Palma Group.
Kemudian, pada tahap kedua seluas 216.990 hektare dari 109 perusahaan pada 26 Maret 2025, lalu tahap ketiga seluas 394.547 hektare dari 232 perusahaan di berbagai provinsi.
Lalu, pada 12 September 2025, penyerahan lahan keempat seluas 674.178 hektare yang berasal dari 254 perusahaan di 15 provinsi. Terakhir, tahap kelima pada 24 Desember 2025, seluas 204.575 hektare sehingga total lahan yang kini dikelola Agrinas Palma Nusantara menjadi 1,7 juta hektare.
“Pengelolaan lahan ini merupakan bagian dari amanah negara yang kami jalankan dengan penuh integritas, guna mendukung terwujudnya swasembada energi nasional,” pungkasnya.



