Penulis: Riki Ilham Rafles
TVRINews - Amerika Serikat
Roberto Martinez ada di Amerika Serikat sekaligus untuk memahami situasi sebelum membawa Timnas Portugal ke Piala Dunia 2026.
Pelatih Timnas Portugal, Roberto Martinez takjub dengan besarnya animo masyarakat Amerika Serikat dalam menyambut Piala Dunia 2026. Dia melihat berbagai pihak saling mendukung untuk menghadirkan atmosfer luar biasa.
Amerika Serikat menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 besama Kanda dan Meksiko. Pada edisi kali ini, akan muncul sejarah baru karena tim peserta menjadi 48, jauh lebih besar dari edisi-edisi sebelumnya.
Sepak bola bukanlah olahraga yang terpopuler pertama di Amerika Serikat. Namun dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, masyarakat meemperlihatkan antusiasme yang sangat besar.
“Kesan utama yang saya dapatkan adalah potensi luar biasa dari sepak bola Amerika Serikat,” kata Roberto Martinez, dikutip dari Yahoo Sports, Jumat, 23 Januari 2026.
“Ketika Anda melihat gairah yang ada dan budaya di baliknya, Anda memahami bahwa sepak bola, tanpa menjadi olahraga nomor satu di AS, cukup menakutkan,” tambahnya.
Martinez menyampaikan rasa takjubnya itu karena melihat secara langsung bagaimana kampanye penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Dia hadir dalam acara pertemuan dengan para pelatih sepak bola di Negeri Paman Sam.
Sekira 40 menit dihabiskan Martinez untuk menyambut para pelatih dengan jabat tangan, senyum, dan obrolan ringan. Dari sana dia melihat bagaimana Piala Dunia 2026 bakal membuat popularitas sepak bola di Amerika Serikat makin meningkat.
Martinez menerima tawaran menjadi pembicara dalam pertemuan dengan para pelatih Amerika Serikat bukannya tanpa alasan. Karena dia sekaligus ingin mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang situasi sebelum Piala Dunia.
Bersama dengan asistennya di Timnas Portugal, Martinez mengumpulkan informasi tentang logistik perjalanan, perbedaan waktu, dampak cuaca, dan banyak faktor lainnya.
Martinez ingin mempersiapkan anak asuhnya secara maksimal di Piala Dunia 2026. Dengan pertandingan yang tersebar di beberapa tempat dengan jarak tempuh jauh, kondisi fisik pemain harus diperhitungkan.
Editor: Riki Ilham Rafles



