GenPI.co - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cianjur resmi menyerahkan hasil pengadaan tanah kepada PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT).
Pengadaan lahan dilakukan untuk mendukung pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tanggeung-Jampang Kulon.
Proyek tersebut menjadi bagian penting dari penguatan sistem kelistrikan di Jawa Barat bagian selatan (Jabar Selatan).
Lahan yang telah dibebaskan tersebar di tiga kecamatan dan mencakup 14 desa, dengan total luas mencapai 16.475 meter persegi.
Proyek SUTT 150 kV Tanggeung-Jampang Kulon dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Jabar Selatan yang selama ini masih menghadapi tantangan keterbatasan infrastruktur.
Proyek strategis ini ditargetkan selesai pada 2027.
Namun, pelaksanaannya tidak lepas dari tantangan teknis, mengingat sejumlah titik tower transmisi berada di kawasan perbukitan.
Kondisi geografis tersebut menuntut perencanaan matang dan pelaksanaan konstruksi yang cermat agar proyek bisa berjalan lancar.
Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan BPN Cianjur Iwan Setiawan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara BPN dengan PLN.
Dia menilai pentingnya tindak lanjut berupa sertifikasi lahan yang telah dibebaskan guna menjamin keamanan aset negara.
Manager Pertanahan dan Aset PLN UIP JBT Aviditori mengatakan peran BPN Cianjur sangat krusial dalam mendukung kelancaran proyek ini.
"Proyek SUTT ini sangat penting dan mendesak karena akan memperkuat sistem kelistrikan serta menekan tingkat gangguan jaringan," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (23/1).
Sementara itu, General Manager PLN UIP JBT Widya Anggoro Putro menyebut kolaborasi lintas instansi, khususnya dengan BPN, menjadi kunci keberhasilan proyek strategis nasional (PSN) ini.
"Profesionalisme dan komitmen BPN dalam mengawal pengadaan lahan patut diapresiasi," ucapnya. (*)
Video seru hari ini:




