Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Ganda putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memastikan tempat di semifinal Indonesia Masters 2026 setelah menundukkan pasangan senior Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lewat pertarungan tiga gim dengan skor 18-21, 21-19, 21-14 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 23 Januari 2026.
Joaquin menyebut duel perempat final tersebut berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal, ditambah atmosfer Istora yang tetap penuh hingga larut malam.
“Pertandingannya luar biasa dari awal sampai akhir. Ini sudah hampir setengah sebelas malam, tapi penonton masih bertahan sampai selesai. Kami benar-benar bermain all out,” kata Joaquin kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Jumat, 23 Januari 2026.
Ia mengakui pada gim pertama mereka kurang siap mengantisipasi pola serangan Fajar/Fikri.
“Di set pertama kami kurang mengantisipasi permainan mereka. Mereka terus memaksakan pola menyerang dan kami jadi tertekan. Di set kedua poinnya ketat, kami juga sempat tertinggal terus. Saya sendiri cukup banyak melakukan kesalahan, jadi saya coba terus memotivasi diri,” ujar Joaquin.
(Foto: Ganda Putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq))
Dukungan dari Raymond menjadi faktor penting bagi Joaquin untuk bangkit.
“Partner saya terus menyemangati dan meyakinkan kalau kami bisa. Puji Tuhan kami bisa ambil set kedua. Di set ketiga, kami pikir sama-sama sudah capek, jadi sekalian main habis-habisan saja,” ucap Joaquin.
Raymond Indra menilai secara umum permainan mereka berjalan sesuai rencana, meski sempat terlambat membaca serangan lawan di gim pertama.
“Puji Tuhan permainan berjalan sesuai rencana. Di set pertama kami agak telat mengantisipasi serangan mereka. Di set ketiga kami bermain lebih berani karena sudah tahu pola main di Indonesia Masters seperti apa,” tutur Raymond.
Raymond juga sempat mengalami luka di tangan saat pertandingan, namun memastikan hal tersebut tidak mengganggu permainannya.
“Ngga mengganggu, cuma sempat berdarah saja jadi perlu diperban,” kata Raymond.
(Foto: Ganda Putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq))
Membandingkan dengan pertemuan sebelumnya di Australia Open, Joaquin menilai atmosfer menjadi pembeda utama.
“Bedanya jauh. Di sini kami main sebagai tuan rumah. Baru masuk lapangan saja atmosfernya sudah luar biasa. Dukungan penonton sangat terasa. Walaupun ini 8 besar dan di sana final, rasanya enggak ada bedanya, sama-sama luar biasa,” ucap Raymond.
Di semifinal, Raymond/Joaquin kembali bertemu sesama wakil Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Ishafani. Joaquin menyebut mereka sudah melakukan evaluasi dari pertemuan sebelumnya.
“Kami pasti nonton video lagi. Kami sempat lawan mereka dan kalah, jadi sudah tahu apa yang harus dievaluasi. Kami saling mengingatkan dan ingin membuktikan kalau kami bisa menang,” tutur Joaquin.
Terkait duel sarat psikologis melawan senior, Joaquin menegaskan dirinya memilih tampil tanpa ragu.
“Kalau di sini saya mau maksimal saja. Mumpung di pertandingan, saya bisa ‘tega’. Soalnya kalau latihan sering enggak enakan sama senior. Jadi di sini saya manfaatkan buat tampil maksimal,” kata Joaquin.
Editor: Redaksi TVRINews


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482018/original/080904500_1769155010-b0db4398-038e-4906-93a8-9a8bb17baf56.jpeg)

