BEIRUT – Ketegangan kembali memuncak di Lebanon Selatan setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah unit militer Lebanon yang sedang bertugas bersama pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL). Insiden ini, ditambah dengan serangan drone di wilayah timur, semakin memperkeruh kesepakatan gencatan senjata yang baru seumur jagung.
Menurut laporan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) pada Jumat 23 Januari 2026 waktu setempat, sebuah tank Israel menembaki unit militer Lebanon yang sedang menjalankan misi lapangan bersama UNIFIL di dekat Wadi al-Asafir, sebelah selatan kota Khiam, Distrik Marjayoun.
Hanya berselang beberapa jam setelah insiden di selatan, sebuah pesawat tanpa awak (drone) Israel menghantam sebuah mobil di dekat persimpangan Majdaloun, Provinsi Baalbek-Hermel. Wilayah timur yang berbatasan dengan Suriah ini memang kerap menjadi titik panas keamanan dalam beberapa bulan terakhir. Belum dipastikan apakah serangan tersebut memakan korban jiwa.
Pelanggaran Gencatan Senjata
Insiden-insiden ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya mengakhiri konflik panjang selama setahun terakhir. Berikut adalah poin-poin krusial terkait situasi di lapangan:
• Kegagalan Penarikan Mundur: Berdasarkan perjanjian, pasukan Israel seharusnya ditarik sepenuhnya dari Lebanon Selatan pada Januari 2025. Namun, otoritas Lebanon menyebut Israel hanya melakukan penarikan sebagian.
• Pendudukan Pos Strategis: Militer Israel dilaporkan masih mempertahankan kehadiran mereka di lima pos perbatasan serta menduduki lima bukit strategis yang direbut selama perang terakhir.
• Dampak Korban: Sejak gencatan senjata diberlakukan, Lebanon mengeklaim ratusan orang telah menjadi korban akibat rentetan pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan Israel.
Konflik antara Israel dan Lebanon sendiri telah merenggut lebih dari 4.000 nyawa dan melukai sekitar 17.000 orang. Meskipun ada tekanan internasional, kehadiran militer Israel di wilayah Lebanon, Suriah, dan Palestina terus menjadi hambatan besar bagi terciptanya perdamaian permanen di kawasan tersebut.
(Arief Setyadi )



