Siswa Belajar Lesehan, Disdik Targetkan Meja-Kursi SMPN 3 Depok Lengkap pada April

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Disdik Depok Wahid Suryono menargetkan, sarana meja dan kursi di SMPN 3 bisa dilengkapi pada April 2026.

Pernyataan ini menyusul kondisi 17 dari 33 ruang kelas SMPN 3 tidak mempunyai meja dan kursi. Siswa pun membawa meja lipat dan belajar lesehan.

"Selambat-lambatnya akhir April ya karena ini kan sudah akhir Januari, khawatir enggak keburu. Mudah-mudahan April semuanya sudah selesai," kata Wahid kepada Kompas.com, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: Siswa SMPN 3 Depok Belajar Lesehan dan Bawa Meja Lipat Sendiri

Disdik Depok masih mendata ulang kebutuhan meja dan kursi yang dibutuhkan. Jika diperkirakan, 17 ruang kelas mampu menampung lebih dari 600 murid.

Selanjutnya, data itu akan ditindaklanjuti dalam rapat tingkat kota untuk bisa memperhitungkan kebutuhan anggaran dan target penyelesaian.

Wahid mengungkapkan, sarana belajar yang belum lengkap ini disebabkan karena Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) dan Disdik Depok tidak sinkron serta perencanaannya tidak optimal.

Proses pembangunan gedung baru yang menelan biaya Rp 28 miliar lewat program ruang kelas baru (RKB) terpisah dengan anggaran pengadaan mebelnya.

Perlu diketahui, gedung baru SMPN 3 baru saja diresmikan pada Kamis (8/1/2026).

“Karena kan memang pembangunan RKB itu tahun lalu ada di Disrumkim, sementara pengadaan mebel ada di Disdik,” ujar Wahid.

“Sehingga ketika bangunan selesai, ada ruang kelas yang belum atau tidak tersedia mebelnya,” tambah dia.

Baca juga: 17 Kelas SMPN 3 Depok Tak Punya Meja dan Kursi, Murid Bawa Meja Lipat Sendiri

Humas SMPN 3 Depok, Nur mengatakan, dari total 33 ruang kelas, baru 16 kelas yang memiliki fasilitas meja dan kursi lengkap.

"Kalau kita itu ada 33 kelas, kita kekurangan (meja dan kursi) 17 ruangan berarti baru sekitar 16 kelas yang terisi," ucap Humas SMPN 3 Depok, Nur saat ditemui Kompas.com, Jumat.

Penggunaan meja lipat diberlakukan bagi murid kelas VII dan VIII berdasarkan skala prioritas. Sementara itu, fasilitas meja dan kursi yang tersedia difokuskan untuk murid kelas IX.

Keterbatasan sarana belajar ini berawal dari penggunaan satu gedung dan fasilitas secara bersama antara SMPN 3 dan SMPN 33 Depok.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, setelah Pemerintah Kota Depok membangun dan meresmikan gedung baru SMPN 3, sebagian fasilitas merupakan milik gedung lama.

"Sekarang kan kita sudah misah, nah sebagian itu memang kursi dan meja dari SMP 33, jadi ya dibawa kembali (ke gedung mereka)," ujar dia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
WNI Disebut Jadi ”Scammer” di Kamboja, Ahli: Bukti Harus Valid agar Tidak Salah Tangkap
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Kolaborasi Bayer dan Petani Grobogan-Kendal: Panen Jagung Dekalb DK19C dan DK79C Tembus 7 Ton per Hektare
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Spesifikasi dan Harga Asus Zenbook S16 OLED: Laptop AI Tipis Berbahan Keramik
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Amuk Pemotor Merokok Tusuk Pria Berujung Ancaman Penjara
• 22 jam laludetik.com
thumb
Pelita Air Gelar Giveaway Tiket Jakarta-Singapura
• 7 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.