Purbalingga (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menangani dampak banjir bandang yang menerjang dua desa di lereng Gunung Slamet akibat hujan deras sejak Jumat (23/1).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Revon Hapinindriat di Purbalingga, Sabtu, mengatakan banjir bandang melanda Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, setelah aliran sungai meluap akibat tingginya intensitas hujan.
Akibat kejadian tersebut, kata dia, akses jalan kabupaten menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terisolasi karena tertutup material banjir.
Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan seratusan warga terdampak langsung dan sebagian di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Baca juga: Banjir-longsor terjang Bandung Barat, tujuh meninggal & ratusan hilang
“Data sementara pengungsi di Desa Kutabawa, Dusun Bambangan RT 019 RW 05 sebanyak 14 rumah atau 21 kepala keluarga dengan 79 jiwa, serta RT 017 RW 05 sebanyak 10 kepala keluarga dengan 31 jiwa. Total pengungsi sebanyak 31 kepala keluarga atau 110 jiwa,” katanya.
Ia mengatakan, BPBD Purbalingga telah melakukan monitoring dan penanganan awal di lokasi kejadian.
Menurut dia, seluruh warga terdampak telah dievakuasi, sementara dilaporkan jembatan Sungai Bambangan putus total akibat terjangan banjir bandang.
Selain itu, kata dia, hujan lebat disertai angin kencang serta kondisi listrik padam di wilayah Gunung Malang pada Jumat (23/1) malam menyebabkan komunikasi sempat terhambat.
Baca juga: Akibat banjir, ratusan warga Bidara Cina mengungsi ke tiga lokasi
Menurut dia, BPBD Purbalingga saat ini berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendatangkan alat berat guna membuka akses jalan yang terisolasi serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Hari ini dilakukan pembukaan akses jalan serta pembersihan material banjir bersama tim gabungan,” kata Revon.
Seorang anggota TNI menunjukkan aliran sungai bercampur lumpur di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/HO-Relawan Sementara di Kabupaten Banyumas, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan luapan air sungai bercampur lumpur di aliran Sungai Kali Pangkon, objek wisata Telaga Sunyi, dan Sungai Kalipelus, Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, yang berada di lereng Gunung Slamet.
Baca juga: TNI-Polri pantau warga terdampak banjir di Bidara Cina Jaktim
Data BPBD Kabupaten Banyumas menyebutkan banjir lumpur tersebut terjadi sejak Sabtu (24/1), sekitar pukul 01.00 WIB, dengan ketinggian air diperkirakan kisaran 70-90 centimeter.
BPBD Kabupaten Banyumas bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sumbang dan aparat kewilayahan telah mendatangi lokasi untuk memantau kondisi terkini.
Warga sekitar juga diimbau untuk sementara tidak beraktivitas di sungai, khususnya di kawasan objek wisata.
Hingga Sabtu (24/1) pagi, kondisi luapan air di Sungai Kali Pangkon dilaporkan telah surut dan tidak ada laporan kerusakan permukiman maupun korban jiwa, mengingat lokasi aliran sungai relatif jauh dari kawasan hunian warga.
Baca juga: Banjir mulai surut, Daan Mogot sudah bisa dilintasi kendaraan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Revon Hapinindriat di Purbalingga, Sabtu, mengatakan banjir bandang melanda Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, setelah aliran sungai meluap akibat tingginya intensitas hujan.
Akibat kejadian tersebut, kata dia, akses jalan kabupaten menuju Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan terisolasi karena tertutup material banjir.
Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan seratusan warga terdampak langsung dan sebagian di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Baca juga: Banjir-longsor terjang Bandung Barat, tujuh meninggal & ratusan hilang
“Data sementara pengungsi di Desa Kutabawa, Dusun Bambangan RT 019 RW 05 sebanyak 14 rumah atau 21 kepala keluarga dengan 79 jiwa, serta RT 017 RW 05 sebanyak 10 kepala keluarga dengan 31 jiwa. Total pengungsi sebanyak 31 kepala keluarga atau 110 jiwa,” katanya.
Ia mengatakan, BPBD Purbalingga telah melakukan monitoring dan penanganan awal di lokasi kejadian.
Menurut dia, seluruh warga terdampak telah dievakuasi, sementara dilaporkan jembatan Sungai Bambangan putus total akibat terjangan banjir bandang.
Selain itu, kata dia, hujan lebat disertai angin kencang serta kondisi listrik padam di wilayah Gunung Malang pada Jumat (23/1) malam menyebabkan komunikasi sempat terhambat.
Baca juga: Akibat banjir, ratusan warga Bidara Cina mengungsi ke tiga lokasi
Menurut dia, BPBD Purbalingga saat ini berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendatangkan alat berat guna membuka akses jalan yang terisolasi serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
“Hari ini dilakukan pembukaan akses jalan serta pembersihan material banjir bersama tim gabungan,” kata Revon.
Seorang anggota TNI menunjukkan aliran sungai bercampur lumpur di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026). ANTARA/HO-Relawan Sementara di Kabupaten Banyumas, hujan dengan intensitas tinggi juga menyebabkan luapan air sungai bercampur lumpur di aliran Sungai Kali Pangkon, objek wisata Telaga Sunyi, dan Sungai Kalipelus, Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, yang berada di lereng Gunung Slamet.
Baca juga: TNI-Polri pantau warga terdampak banjir di Bidara Cina Jaktim
Data BPBD Kabupaten Banyumas menyebutkan banjir lumpur tersebut terjadi sejak Sabtu (24/1), sekitar pukul 01.00 WIB, dengan ketinggian air diperkirakan kisaran 70-90 centimeter.
BPBD Kabupaten Banyumas bersama unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Sumbang dan aparat kewilayahan telah mendatangi lokasi untuk memantau kondisi terkini.
Warga sekitar juga diimbau untuk sementara tidak beraktivitas di sungai, khususnya di kawasan objek wisata.
Hingga Sabtu (24/1) pagi, kondisi luapan air di Sungai Kali Pangkon dilaporkan telah surut dan tidak ada laporan kerusakan permukiman maupun korban jiwa, mengingat lokasi aliran sungai relatif jauh dari kawasan hunian warga.
Baca juga: Banjir mulai surut, Daan Mogot sudah bisa dilintasi kendaraan





