FAJAR, MADRID – Hanya berselang beberapa hari setelah drama final Piala Afrika 2025, dua aktor utamanya saling berhadapan. Pape Alassane Gueye vs Brahim Diaz.
Pada Senin (19/1) lalu mereka bertarung demi harga diri bangsa. Dini hari nanti, Minggu (25/1), keduanya akan berduel dalam balutan seragam klub. Villarreal CF menjamu Real Madrid dalam lanjutan jornada ke-21 La Liga.
Pertandingan yang akan digelar di Estadio de la Ceramica ini menjadi panggung emosional bagi Brahim Diaz. Gelandang serang Real Madrid tersebut harus rela melihat Pape Gueye mengangkat trofi juara bersama Senegal di depan publik Maroko. Itu berkat gol dramatis Gueye pada menit ke-94 masa extra time.
Pape Gueye kembali ke Spanyol dengan kepercayaan diri setinggi langit. Pemain yang dijuluki mesin penggerak lini tengah Villarreal ini telah bergabung dalam sesi latihan di bawah arahan pelatih Marcelino Garcia Toral. Gueye menyatakan ambisinya untuk membawa aura juara dari Senegal ke skuad “Kapal Selam Kuning”.
“Kondisi fisik saya sangat prima dan saya siap memberikan segalanya saat menjamu Real Madrid,” ujar Gueye sebagaimana dilaporkan oleh Diario AS.
Musim ini, kontribusi Gueye cukup signifikan bagi Villarreal dengan catatan dua gol dan satu assist. Sementara itu, Brahim Diaz yang membela Los Merengues baru mengemas dua assist dari 12 penampilannya.
Real Madrid harus waspada penuh. Markas Villarreal seringkali menjadi kuburan bagi ambisi raksasa Madrid. Rekam jejak mencatat bahwa dalam sepuluh kunjungan terakhir ke La Ceramica, Real Madrid lebih sering pulang dengan hasil imbang (6 kali) dan hanya mampu mengamankan tiga kemenangan.
Federico Valverde, gelandang andalan Madrid, mengakui sulitnya menaklukkan markas Villarreal.
“Kami memiliki sejarah yang kurang menguntungkan di sana. Saat ini, posisi mereka di klasemen juga sangat dekat dengan kami, yang menandakan mereka adalah pesaing serius,” tutur Valverde melalui laman resmi klub.
Sorotan juga akan tertuju pada Vinicius Jr. Pemain terbaik dunia (The Best FIFA 2024) ini merupakan momok bagi pertahanan Villarreal.
Pada pertemuan pertama musim ini di Bernabeu, Vini sukses menyarangkan dua gol dalam kemenangan 3-1 Madrid.
Di sisi lain, laga ini menjadi krusial bagi masa depan Vini. Dengan sisa kontrak yang berakhir musim panas mendatang dan banyaknya tawaran dari klub raksasa lain, penampilan impresif di La Ceramica bisa menjadi posisi tawar kuat dalam negosiasi perpanjangan kontraknya bersama manajemen Real Madrid.
Analisis Laga
Pertandingan ini diprediksi akan menjadi duel taktik yang sangat ketat di lini tengah.
Duel antara Pape Gueye dan Brahim Diaz (jika diturunkan bersamaan) atau Federico Valverde akan menjadi kunci. Gueye memiliki keunggulan fisik dan momentum juara, sementara lini tengah Madrid unggul dalam pengalaman dan transisi cepat.
Villarreal di bawah Marcelino seringkali bermain disiplin dan menunggu momentum serangan balik. Real Madrid harus ekstra waspada terhadap pergerakan Gueye yang kerap muncul dari lini kedua.
Bagi Brahim Diaz, ini adalah kesempatan membalas kekalahan menyakitkan di final Piala Afrika. Namun, bagi Real Madrid secara kolektif, mereka harus mematahkan “kutukan”. Hasil seri yang sering mereka dapatkan di stadion ini untuk terus menjaga jarak dari kejaran rival di papan klasemen.
Laga akan berjalan alot dengan potensi skor tipis atau hasil imbang jika Real Madrid gagal mematikan pergerakan Pape Gueye sejak lini tengah. (*)



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F01%2F23%2Fa6e4b2a1e3bfba77b04643b3786a06b6-20260123TOK12.jpg)
