CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Jenazah tujuh korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport PK-THT disalatkan sebelum diserahkan ke keluarga masing-masing.
Salat jenazah dilaksanakan di gedung Biddokkes Polda Sulsel RS Bhayangkara, Sabtu (24/1/2026) sore.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, turut menyalatkan tujuh korban yang berhasil diidentifikasi oleh tim gabungan Disaster Victim Identification (DVI).
Identifikasi tersebut rampung pada Jumat (23/1) malam dan diumumkan dalam konferensi pers pada Sabtu (24/1).
Kapolda Djuhandhani juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban mewakili Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo..
"Mewakili bapak Kapolri, mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan almarhum almarhumah diberikan tempat terbaik di sisi-Nya."
Di sisi lain, tangisan keluarga korban pecah. Salah satunya dari ibunda sang kopilot, M. Farhan Gunawan. Kapolda Sulsel kemudian menjanjikan pendampingan psikologi untuk seluruh keluarga korban.
Sebelumnya pada hari Jumat (23/1) pukul 14.40 WITA, tim DVI gabungan menerima total tujuh kantong jenazah yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan SAR di lokasi.
Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol. dr. Muhammad Haris, kemudian membacakan nama-nama jenazah yang berhasil teridentifikasi termasuk pilot dan kopilot pesawat, Andy Dahananto dan M. Farhan Gunawan.
1. Kantong jenazah dengan Nomor PM 62 B.05 cocok dengan Nomor AM 008 teridentifikasi sebagai Yoga Naufal Prakoso, beralamat di Duren Sawit, Jakarta timur, melalui sidik jari, properti, dan ciri medis.
2. Kantong jenazah Nomor PM 62 B.06 dan PM 62 B 03 body part, cocok dengan Nomor AM 003, teridentifikasi sebagai Haryadi, alamat Jati Karangan Anyer, Jawa Tengah, melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
3. Kantong jenazah dengan Nomor PM 62 B 07 cocok dengan Nomor AM 001 teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Gunawan, beralamat Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, melalui sidik jari, properti dan ciri medis.
4. Kantong jenazah dengan Nomor PM 62 B 08 cocok dengan Nomor AM 007, teridentifikasi sebagai Feri Irawan, alamat Pondok Melati, Bekasi Jawa Barat, melalui sidik jari, properti dan ciri medis.
5. Kantong jenazah dengan Nomor PM 62 B 09 dengan Nomor AM 005, teridentifikasi sebagai Dwi Murdiyono, alamat Sasak Panjang, Bogor, Jawa Barat, melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
6. Kantong jenazah dengan Nomor PM 62 B 10-A, PM 62 B 10-B body part, dan PM 62 B 05 properti, cocok dengan nomor AM 009, teridentifikasi sebagai Restu Adi Pribadi, alamat Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, melalui sidik jari, properti dan ciri medis.
7. Kantong jenazah dengan nomor PM 62 B 11 cocok dengan Nomor AM 010, teridentifikasi sebagai Andi Dahananto, beralamat Tangerang, Banten, melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis.
Sebelumnya, Florencia Lolita Wibisono, Deden Maulana, dan Esther Aprilita telah lebih dulu teridentifikasi oleh tim gabungan DVI dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Laporan: Rifki




