Kabar jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mengundang duka mendalam dari berbagai pihak, salah satunya penyanyi dangdut Iis Dahlia.
Iis mengaku peristiwa tersebut membuatnya ikut merasakan pilu yang dialami keluarga para korban. Ia memahami betul risiko profesi penerbang, lantaran sang suami, Satrio Dewandono, juga bekerja sebagai pilot.
“Ya mau bilang apa, ya, kalau soal pesawat. Karena kebetulan aku punya suami pilot, jadi kalau mau pergi terbang, ya, kita doain aja,” ujar Iis Dahlia saat ditemui di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Menurut Iis, sebagai manusia ia hanya bisa berserah dan mempercayakan segalanya kepada Tuhan. Ia meyakini bahwa rezeki, keselamatan, hingga maut sepenuhnya berada di tangan Allah SWT.
“Karena kan namanya rezeki, maut, itu Allah yang punya. Kita enggak pernah tahu,” sambungnya.
Iis mengungkapkan, di awal pernikahan, rasa khawatir kerap menghampiri setiap kali sang suami berangkat menjalankan tugas. Namun seiring waktu, perasaan tersebut perlahan memudar. Ia memilih ikhlas dan menjadikan doa sebagai pegangan utama.
“Dulu awal-awal iya (takut dan khawatir). Sekarang sudah enggak, karena sudah tahu pekerjaannya, ya, bismillah aja,” ucapnya.
Alih-alih larut dalam kecemasan, perempuan berusia 53 tahun itu lebih memilih memperbanyak doa, terutama saat kondisi cuaca sedang kurang bersahabat.
“Kalau ada apa-apa, apalagi misalnya cuacanya lagi enggak bagus, ya, kita yang di rumah banyak-banyak doa aja,” tutup Iis.




