Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk tengah melakukan penanganan terhadap 21 aliran sungai yang terdampak bencana banjir di Provinsi Sumatera Barat.
Direktur Utama PT Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, menyampaikan bahwa penanganan ini bukan bersifat darurat, melainkan bagian dari langkah mitigasi untuk mengembalikan fungsi sungai agar optimal.
"Penanganan sungai ini tidak bersifat darurat tetapi menjadi bagian dari upaya mitigasi agar fungsi sungai kembali optimal," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu.
Penanganan di Tiga KabupatenSebanyak 21 aliran sungai yang tersebar di tiga kabupaten terdampak saat ini sedang dalam proses penanganan dan normalisasi.
Rinciannya, 6 sungai berada di Kabupaten Tanah Datar, 10 sungai di Kabupaten Agam, dan 5 sungai lainnya di Kabupaten Solok.
Total panjang sungai yang ditangani mencapai 35,8 kilometer.
Dalam pelaksanaan di lapangan, PT Adhi Karya mengerahkan 19 unit alat berat ekskavator dan 150 personel yang terdiri atas tenaga teknis dan supervisor.
Seluruh pekerjaan dilakukan secara terkoordinasi di 21 titik sungai terdampak dengan proses pengerjaan yang bertahap dan terukur.
Prioritaskan Keselamatan dan LingkunganDalam setiap tahapan pekerjaan, aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan sekitar menjadi prioritas utama.
Fokus penanganan meliputi normalisasi alur sungai, pembersihan material, serta perbaikan kerusakan akibat luapan banjir.
"Adhi Karya berupaya hadir di lapangan untuk mempercepat penanganan sungai pascabanjir sebagai langkah penting dalam memulihkan kondisi di wilayah terdampak," ia mengungkapkan.
Melalui kerja kolaboratif dan respons cepat di lapangan, pihaknya berharap fungsi sungai dapat segera pulih dan memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah terdampak.
"Adhi Karya terus mendukung program penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur nasional sebagai bagian dan tanggung jawab perusahaan dalam membangun infrastruktur yang andal dan berkelanjutan," ungkapnya.



