EtIndonesia. Seorang pengemis penderita kusta di jalanan Indore, negara bagian Madhya Pradesh, India, ternyata adalah seorang milioner sejati di lingkungan kumuh, dengan beberapa properti, kendaraan, dan bisnis atas namanya.
Sebagai bagian dari upaya terpadu untuk menjadikan Indore kota bebas pengemis, pihak berwenang setempat baru-baru ini menyelamatkan seorang pria penyandang disabilitas yang telah mengemis selama bertahun-tahun di Pasar Sarafa yang ramai.
Karena tidak dapat berjalan, pria berusia 50 tahun itu, yang hanya dikenal sebagai Mangilal, menghabiskan hari-harinya dengan duduk bersila di atas platform kayu kecil yang dilengkapi roda, perlahan-lahan mendorong dirinya sendiri. Dia telah kehilangan jari-jarinya karena kusta, sehingga penampilannya sangat menyedihkan dan membuat banyak orang merogoh saku mereka untuk meminta beberapa koin.
Mangilal tidak pernah meminta apa pun kepada orang lain; dia hanya berdiri di platformnya dengan tatapan tertuju ke tanah, yang hanya membuatnya semakin menyedihkan. Namun ternyata ini adalah strategi yang direncanakan dengan cermat yang membuatnya lebih kaya daripada kebanyakan orang yang sehat di dunia.
Setelah diterima, dimandikan, dan diberi pakaian bersih, Mangilal diinterogasi oleh pegawai negeri tentang situasinya, dan ternyata dia tidak selemah yang terlihat. Dia dilaporkan menghasilkan ribuan rupee per hari dengan mengemis dan meminjamkan uang kepada pemilik toko di Pasar Sarafa dengan bunga.
Pemeriksaan selanjutnya mengungkapkan bahwa dia bukan tunawisma, tetapi sebenarnya memiliki tiga rumah: sebuah rumah bertingkat tiga, rumah kedua, dan sebuah flat yang diberikan kepadanya oleh program kesejahteraan pemerintah. Selain itu, dia memiliki dua becak motor yang disewakan kepada orang lain, dan sebuah mobil yang pengemudinya disewakan dengan gaji 12.000 rupee.
Mangilal sendiri mengakui bahwa uang yang dia peroleh di Sarafa tidak dibutuhkan untuk bertahan hidup, melainkan sebagai sumber dana untuk berbagai investasi. Saat ini, petugas sedang memeriksa apakah pengemis berusia 50 tahun itu juga memiliki rekening bank atas namanya. Selama penyelidikan, terungkap bahwa anggota keluarga Mangilal juga terlibat dalam kegiatan mengemis.
“Saya memang pergi ke sana, tetapi tidak mengemis, orang-oranglah yang memasukkan uang ke saku saya atau melemparkan koin atau uang kertas ke papan kayu,” Mangilal mencoba menjelaskan, karena tahu bahwa mengemis adalah ilegal di Indore.
Menariknya, India juga merupakan rumah bagi pengemis terkaya di dunia, seorang pria yang kekayaannya membuat kekayaan Mangilal tampak kecil. (yn)





