Makassar: Muhammad Tarmizi, adik almarhum Dwi Murdiono, teknisi pesawat ATR 42-500, menyampaikan terima kasih kepada tim SAR gabungan dan juga tim DVI yang telah bekerja keras menemukan kakaknya, usai kecelakaan pesawat IAT A-T-R 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Ia bisa memahami sulitnya proses evakuasi para korban ATR 42-500.
Tarmizi mengatakan jenazah Dwi Murdiono akan dibawa ke rumah duka di Kabupaten Bogor Jawa Barat. Hal tersebut sesuai dengan pesan istri Dwi Murdiono.
Baca Juga :
10 Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Teridentifikasi, Ini IdentitasnyaSebelumnya, penyerahan tujuh jenazah korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport A-T-R 42-500 di Biddokes Polda Sulsel kepada keluarga diselimuti haru.
Dalam prosesi penyerahan jenazah, seluruh keluarga korban hadir di Biddokes Polda Sulsel. Sebelum prosesi penyerahan, Kapolda Sulsel bersama jajarannya melakukan salat jenazah.
Saat prosesi penyerahan, keluarga Co-Pilot Muhammad Farhan Gunawan terlihat tak kuasa menahan tangis.
Seluruh korban telah teridentifikasi
Sebelumnya, tim DVI Biddokes Polda Sulsel telah mengungkap identitas tujuh kantong jenazah kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500 yang diserahkan oleh Basarnas. Dengan terungkapnya identitas 7 korban total 10 korban sudah teridentifikasi, sesuai daftar manifest penumpang pesawat Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar.


