Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengumumkan tim Indonesia di ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand berhasil menembus 101 medali emas.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengatakan medali emas yang dikantongi tim Indonesia terus bertambah sejak sore hari.
“Alhamdulillah, Tim Indonesia di ASEAN Para Games sore tadi sudah menembus 82 medali emas, dan per malam ini pukul 20.00 WIB jumlahnya sudah mencapai 101 medali emas,” kata Menpora Erick.
Eks Menteri BUMN itu berharap kontingen Merah Putih dapat menutup ajang dengan finis di peringkat kedua klasemen medali.
“Semoga kita bisa finis di peringkat 2 klasemen medal tally. Mohon doa dan dukungannya,” tambahnya.
Berdasarkan data ASEAN Para Games 2025 Thailand, Indonesia berada pada peringkat kedua setelah Thailand pada 19.53 WIB, Sabtu (24/1/2026).
Secara keseluruhan, kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025 berhasil meraih 296 medali, terdiri dari 101 emas, 103 perak, dan 92 perunggu.
Sementara itu, posisi puncak klasemen ditempati Thailand yang merupakan tuan rumah di pertandingan tahun ini, dengan total 398 medali, yang terdiri dari 142 medali emas, 130 medali perak, dan 126 medali perunggu.
Sehari sebelumnya, kontingen Indonesia telah mengumpulkan 69 medali emas. Hingga pukul 14.24 WIB, kontingen Merah Putih menambah 13 medali emas, sehingga total mencapai target 82 medali emas yang telah ditetapkan.
Adapun, tambahan medali tersebut berasal dari berbagai cabang olahraga, yaitu renang para (6 emas), panahan (2 emas), angkat berat para (3 emas), dan bulutangkis para (2 emas).
“Saya berharap meskipun target telah tercapai tapi para atlet tetap harus tampil total di sisa pertandingan yang ada, karena kita juga masih bertanding hari minggu besok. Kita tunjukkan kita adalah bangsa pejuang dan pemenang,” ujarnya.
Untuk diketahui, Indonesia mengirimkan 290 atlet untuk bertanding dalam 18 cabang olahraga pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand. Tim Merah Putih membidik raihan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu selama ajang yang digelar pada 20–26 Januari 2026, yang diikuti 11 negara di kawasan Asia Tenggara.





