REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyatakan angin kencang yang melanda wilayah Malang dipicu sejumlah kondisi, mulai dari aktifnya angin monsun Asia hingga gangguan atmosfer.
“(Angin kencang) diakibatkan aktifnya angin monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi), gangguan atmosfer equatorial Rossby, serta diprakirakan adanya gangguan gelombang Madden–Julian Oscillation (MJO) yang akan melintasi wilayah Jawa Timur,” kata forecaster Stasiun Klimatologi Jawa Timur Nur Faris, Sabtu (24/1/2026).
Baca Juga
Dinar Bertuliskan Tauhid dan Kalimat Islami, Benarkah Raja Inggris Offa Rex Masuk Islam?
Akankah Kejayaan Negara-Negara Barat Runtuh Sebagaimana Soviet: Prediksi Berulang?
Menkomdigi Perketat Registrasi Kartu Seluler, Ini Aturan Barunya
Selain itu, kondisi tersebut dipengaruhi suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan serta keadaan atmosfer yang labil. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan konvektif sehingga berpotensi menimbulkan hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Nur Faris menambahkan, saat ini juga terdapat tropical cyclone Luana yang sebelumnya terpantau sebagai bibit siklon 91S di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fenomena tersebut mampu meningkatkan kecepatan angin di wilayah Jawa Timur.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Mengacu pada rilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, potensi cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Jawa Timur dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti angin kencang, banjir, puting beliung, tanah longsor, dan hujan es dalam rentang 21-30 Januari 2025.