Rio Dewanto Main Film Kuyank, Hadirkan Kuyang dari Sudut Pandang Berbeda Gak Sekadar Horor

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Aktor Rio Dewanto kembali hadir di layar lebar melalui film drama-horor terbaru berjudul Kuyank yang dijadwalkan tayang pada 29 Januari 2026 mendatang. Dalam film ini, Rio memerankan karakter Badri, sosok pria yang terjebak dalam konflik cinta, tekanan adat, dan teror mitos Kuyang.

Berbeda dari film horor Kuyang pada umumnya, Kuyank tidak menempatkan makhluk mistis tersebut semata sebagai monster haus darah. Film ini justru mengangkat kisah manusia di balik mitos, dengan drama emosional sebagai kekuatan utama cerita. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

Baca Juga :
Khawatir Sepi Karena Tahun Baru, Antuasisme Penonton Alas Roban Ternyata Sebaliknya!
Hadirkan Ketegangan Tanpa Kekerasan, Film Penunggu Rumah: Buto Ijo Diklaim Ramah Anak

Rio Dewanto memerankan Badri, kekasih Rusmiati (Putri Intan Kasela), yang harus menghadapi runtuhnya hubungan mereka akibat ramalan buruk dan tekanan adat. Ketika Rusmiati memilih jalan gelap dengan mempelajari ajian Kuyang demi mempertahankan cinta, Badri justru berada dalam posisi paling sulit.

Di tengah teror yang menghantui bayi dan perempuan hamil, identitas Rusmiati perlahan terkuak. Situasi memanas ketika amuk massa mengancam, dan Badri dipaksa memilih antara mempertahankan cinta yang ia yakini atau tunduk pada tuntutan masyarakat yang menuntut balas.

Peran ini menempatkan Rio Dewanto bukan sekadar sebagai saksi teror, melainkan sebagai pusat konflik emosional yang menggerakkan cerita.

Penulis skenario Kuyank, Asaf Antariksa, menegaskan bahwa film ini sengaja membangun horor secara berbeda. Pendekatan tersebut memberi ruang lebih luas bagi aktor, termasuk Rio Dewanto, untuk mengeksplorasi kedalaman karakter.

”Aspek horornya itu tidak seperti horor-horor lain yang sangat dominan ya, banyak jumpscare, banyak teror ini enggak. Karena memang aspek dramanya yang kental pada film ini. Nah, juga bahwa mitos yang kami ambil saat menulisnya bersama Mas Jo, adalah mitos yang agak berbeda dengan versi Kuyang lain. Di sini Kuyang tidak membunuh, tapi masyarakat itu kadang-kadang salah paham,” jelas Asaf Antariksa dalam konferensi pers di Jakarta, baru-baru ini.

Pendekatan ini membuat akting para pemain, termasuk Rio Dewanto, menjadi elemen penting dalam membangun ketegangan dan empati penonton.

Untuk memperkuat atmosfer cerita, sutradara Johansyah Jumberan membawa seluruh aktor dan kru, termasuk Rio Dewanto, menjalani proses syuting langsung di pedalaman Kalimantan Selatan. Lokasi tersebut menampilkan pemukiman apung dengan perahu sebagai alat transportasi utama masyarakat setempat.

Baca Juga :
Mengintip Proses Produksi Film Buto Ijo, Ekstrem dan Mencekam!
Film Penunggu Rumah: Buto Ijo Hadirkan Tafsir Kelam Legenda Timun Mas
Celine Evangelista Alami Teror Mencekam di Penunggu Rumah: Buto Ijo

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Villarreal vs Real Madrid: Reuni Final Piala Afrika, Misi Balas Dendam Brahim Diaz terhadap Pape Gueye
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Lula Lahfah Meninggal, Reza Arap: Take Me Instead
• 21 jam lalugenpi.co
thumb
Zodiak Paling Butuh Validasi
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Marketing Whip Pink di Media Sosial Disebut Janggal, Netizen Ramai Tag BPOM RI dan BNN
• 15 jam laludisway.id
thumb
Apa Menu Sarapan Anak yang Paling Disarankan? Ini Kata Dokter!
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.