Grid.ID - Dedi Mulyadi tampak murka gegara tambang ilegal masih beroperasi. Gubernur Jabar langsung sentil aparat sampai warga Subang.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil sikap tegas atas kasus tambang ilegal yang tetap beroperasi meski sudah ditutup alias disegel di Kabupaten Subang. Lalu bagaimana sikapnya?
Tambang ilegal masih beroperasi, Dedi Mulyadi langsung sentil aparat sampai warga Subang. Gubernur Jabar tampak bersikap tegas.
Menanggapi peristiwa tersebut, Dedi Mulyadi melontarkan kritik kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, aparat terkait, hingga warga sekitar yang berada di lingkungan tambang ilegal tersebut. Sebelumnya diberitakan, Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak ke lokasi tambang ilegal PT A.B yang berlokasi di Kasomalang, Kabupaten Subang, pada Selasa (20/1/2026) tengah malam.
Langkah itu diambil setelah ia menemukan sejumlah truk tronton bermuatan berat melintas di ruas jalan milik Pemprov Jawa Barat yang baru saja selesai diperbaiki. Setelah ditelusuri, diketahui bahwa kendaraan-kendaraan tersebut menuju ke sebuah perusahaan tambang yang beroperasi secara ilegal.
Kemarahan Dedi semakin memuncak ketika mengetahui bahwa perusahaan tersebut seharusnya sudah berhenti beroperasi. Meski gerbang lokasi tambang telah dipasang garis polisi, aktivitas pertambangan ternyata masih tetap berlangsung.
Soroti Sekda, Aparat, dan Warga Setempat
Saat menemukan fakta tersebut, Dedi Mulyadi sempat menghubungi pihak-pihak terkait, termasuk Sekda Kabupaten Subang.
“Pak Sekda, tadi pagi kan saya minta menelusuri truk-truk besar yang ke arah Ciater, kemudian kan saya tidak ada laporannya, akhirnya saya mengikuti sendiri, dan akhirnya saya menemukan ini di PT A.B tambang ilegal,” ujar Dedi mulyadi saat menghubungi Sekda, dikutip dari kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi.
Sebagai respons atas temuan itu, Dedi menegaskan bahwa dirinya harus mengambil langkah tegas. Gubernur Jawa Barat itu juga menyampaikan bahwa Pemprov Jabar tidak akan terus mengalokasikan anggaran pembangunan untuk daerah yang tidak memiliki komitmen menjaga lingkungan.
“Ini kan saya harus bersikap pada akhirnya, Pemprov Jabar tidak boleh ngeluarin duit terus-terusan untuk membangun sebuah daerah yang di mana daerahnya tidak punya keinginan untuk menjaganya,” tegas Dedi Mulyadi.
Enggan Melanjutkan Pembangunan
Menanggapi kejadian tersebut, Dedi Mulyadi memutuskan menarik diri dari rencana membantu pembangunan jembatan di wilayah Serangpanjang, Kabupaten Subang. Padahal sebelumnya, menurut Dedi, anggaran pembangunan jembatan itu sudah disiapkan dan bahkan telah dijanjikan kepada masyarakat setempat.
Meski Subang merupakan daerah tempat ia tinggal, Dedi Mulyadi menegaskan tidak bersedia melanjutkan bantuan pembangunan apabila aparat pemerintah dan warga sekitar tidak menunjukkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Karena itu, Dedi menyatakan pembangunan jembatan tersebut sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Subang.
“Tapi di sini karena apara pemerintahnya sampai tingkat desa dan kecamatannya tidak peduli lingkungan, jalan yang dibangun Pemprov dan tidak digunakan untuk rakyat, maka saya putuskan silakan dibangun oleh Pemda Subang saja,” tegasnya.
“Jadi ini sikap saya sebagai Gubernur Pak, walaupun saya tinggal di Subang,” tambahnya.
Lebih jauh, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa Pemprov Jawa Barat selama setahun terakhir gencar melakukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Termasuk di Kabupaten Subang, mulai dari jalur menuju Bandung, Pamanukan, Kalijati, Sagalaherang, hingga Kasomalang.
Seluruh proyek perbaikan jalan tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Namun, menurut Dedi, jika aparat pemerintah daerah tidak memiliki komitmen untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan itu, maka upaya tersebut menjadi sia-sia.
“Jadi saya mohon maaf, Pak Sekda, anggarkan saja bangun jembatan itu. Terserah warga mau suka atau tidak, ini sikap saya,” tegas Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli



