Cuaca Ekstrem Menggila, Langit "Lumpuh"-Belasan Ribu Penerbangan Batal

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pesawat Delta Airlines meluncur di landasan pacu Bandara Internasional Denver di Denver, Senin (3/1/2022). (AP/David Zalubowski)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang badai musim dingin besar mulai melumpuhkan transportasi udara Amerika Serikat pada Sabtu (25/1/2026), dengan hampir 4.000 penerbangan dibatalkan di seluruh negeri dan ribuan lainnya menyusul.

Sementara itu, jutaan warga bersiap menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan membawa salju tebal, hujan es, serta suhu beku hingga awal pekan depan.

Badai yang digambarkan para peramal cuaca sebagai salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir itu telah menyebabkan pemadaman listrik bagi ribuan pelanggan, bahkan hingga sejauh Texas di bagian barat, dan mengancam akan memparalisasi negara-negara bagian di wilayah timur AS.


Baca: Potret Panic Buying Jelang "Malapetaka", Ada Peringatan Cuaca Ekstrem

Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa salju, hujan beku, dan hujan es akan menyapu dua pertiga wilayah timur Amerika Serikat mulai Minggu hingga beberapa hari ke depan, disertai suhu yang sangat rendah dan berpotensi membahayakan.

Presiden Donald Trump menyebut badai tersebut sebagai peristiwa "bersejarah" dan pada Sabtu menyetujui deklarasi darurat bencana federal untuk 12 negara bagian, yakni South Carolina, Virginia, Tennessee, Georgia, North Carolina, Maryland, Arkansas, Kentucky, Louisiana, Mississippi, Indiana, dan West Virginia.

"Kami akan terus memantau dan tetap berkomunikasi dengan seluruh negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman, dan tetap hangat," tulis Trump melalui unggahan di platform Truth Social.

Sejumlah negara bagian lain, termasuk Distrik Columbia, juga telah mengumumkan status darurat cuaca, seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak badai yang diperkirakan berlangsung lama.

Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (National Weather Service) memperingatkan akan datangnya badai musim dingin yang luar biasa luas dan berdurasi panjang, yang dapat membawa akumulasi es dalam skala besar di wilayah tenggara AS.

Dalam peringatannya, lembaga itu menyebut potensi dampak badai sebagai "melumpuhkan hingga secara lokal bersifat katastrofik".

Para peramal cuaca juga memprediksi rekor suhu dingin dan hembusan angin beku yang sangat berbahaya akan bergerak lebih jauh ke wilayah Great Plains mulai Senin.

Baca: Trump Kobarkan "Perang" di Dalam Negeri, Aparat Tembak Mati Warga Lagi

Langit "Lumpuh"

Dampak paling langsung terlihat pada sektor penerbangan. Hingga pukul 17.00 waktu setempat, lebih dari 3.900 penerbangan di Amerika Serikat yang dijadwalkan terbang pada Sabtu telah dibatalkan, berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan FlightAware.

Sementara itu, lebih dari 8.800 penerbangan yang semula dijadwalkan berangkat pada Minggu juga telah dibatalkan, menurut situs yang sama.

Maskapai-maskapai besar di AS mengimbau para penumpang untuk terus memantau informasi terbaru karena perubahan jadwal dan pembatalan bisa terjadi secara mendadak.

Delta Air Lines, dalam pembaruan di situs resminya pada Sabtu pagi, mengatakan pihaknya "terus melakukan penyesuaian jadwal akibat Badai Musim Dingin Fern".

Maskapai itu menambahkan bahwa pembatalan tambahan terjadi pada penerbangan pagi hari di Atlanta serta di sepanjang Pantai Timur, termasuk di bandara-bandara utama Delta di Boston dan New York City.

Delta juga menyatakan telah memindahkan para ahli dari bandara-bandara di wilayah dingin untuk membantu tim pencairan es dan penanganan bagasi di sejumlah bandara di wilayah selatan.

Baca: Jakarta Siaga 1 Hujan Malam Hari, Banjir Sudah Kepung Lokasi Ini

Ancaman Pemadaman Listrik

Di sektor energi, operator jaringan listrik AS meningkatkan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari pemadaman bergilir, seiring meningkatnya beban sistem akibat suhu ekstrem dan es yang menumpuk di jaringan transmisi.

Dominion Energy, perusahaan utilitas yang operasinya di Virginia mencakup kawasan pusat data terbesar di dunia, mengatakan jika prakiraan es terbukti akurat, badai kali ini berpotensi menjadi salah satu peristiwa musim dingin terbesar yang pernah memengaruhi operasional perusahaan tersebut.

Para pejabat dan lembaga cuaca terus mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah, menyiapkan kebutuhan darurat, serta mengikuti perkembangan informasi resmi, mengingat badai diperkirakan masih akan berdampak luas dalam beberapa hari ke depan.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Pemadaman Listrik Skala Besar AS, 130 Ribu Orang Gelap Gulita

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Gibran Sambangi Cisarua Bandung Barat, Cek Kondisi Pengungsi Terdampak Longsor
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
BPKH pastikan pelemahan rupiah tak ganggu pembiayaan haji 2026
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Cuaca Ekstrem, Nelayan Tak Melaut Mulai Dua Pekan sampai Dua Bulan
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Janji Reza Arap pada Mendiang Lula Lahfah
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Indonesia Masters 2026: Raymond/Joaquin tumbangkan Sabar/Reza dalam Duel Saudara, Lolos ke Final
• 22 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.