Hino Klaim Produksi Kendaraan Niaga dengan TKDN Tinggi

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) menegaskan diri sebagai pabrikan kendaraan niaga dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tertinggi di Tanah Air. Hal tersebut menjadi bukti komitmen terhadap pengembangan industri otomotif lokal di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Berdasarkan paparan perusahaan dalam pertemuan dengan sejumlah awak media, HMMI memiliki sertifikasi TKDN untuk 31 tipe kendaraan dengan persentase 44,35 sampai 57,26 persen.

"Di segmen komersial yang bisa declare itu Hino, TKDN lebih dari 50 persen atau urutan atas, dan pabrikan made in Indonesia itu ya Hino," ungkap Direktur PT HMMI Harianto di Purwakarta belum lama ini.

"Ditambah lagi Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) 14,10 persen. Tentu saja ini bukti dari strategi jangka panjang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal, pengembangan supplier dalam negeri, serta penguatan rantai pasok industri otomotif nasional," tambahnya.

Adapun kehadiran dan operasional Hino di Indonesia sudah eksis 40 tahun lebih sejak 1982 melalui PT Hino Indonesia Manufacturing. Kemudian tiga tahun berikutnya memulai lokalisasi kabin, mesin, sasis, dan komponen lainnya.

Kemudian pada 2003, perusahaan melakukan pemisahan entitas antara manufaktur dan distributor. HMMI dengan nilai investasi 112,5 juta USD, di mana saham mayoritas sebesar 90 persen dipegang oleh prinsipal (HML) dan sisanya Indomobil. Kemudian Hino Motors Sales Indonesia dengan komposisi 40 persen HML dan Indomobil, sisanya Sumitomo.

Fasilitas tersebut fokus pada manufaktur kendaraan truk medium, truk ringan, bus, mesin, dan komponen penggerak inti dalam satu kawasan seluas 30 hektare, dengan kapasitas terpasang 75 ribu unit per tahun.

"Kami sendiri memiliki lebih dari 480 supplier dan 150 supplier main part, serta mempekerjakan total 150 ribu orang atau karyawan yang terkait dengan industri kami. Bukan sekadar assembly, di sini kami bikin mesin, jadi bisa disebut HMMI ini dari part engine sampai jadi unitnya ada di sini," lanjutnya.

Tak cuma fokus pada dalam negeri, Hino juga melakoni ekspor kendaraan niaga secara utuh (CBU) ke berbagai negara tujuan yang dilakukan sejak 2011 melalui model light duty truck (LDT). Pada 2017 berlanjut mengekspor dalam format Euro 4, serta 2019 memulai ekspor CBU Dutro Euro 4.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), aktivitas ekspor Hino selain dalam wujud utuh juga secara terurai serta komponen ke banyak negara di Asia Tenggara, Amerika Selatan, hingga Asia Timur.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indonesia Masters 2026: Jafar/Felisha Terhenti di Semifinal
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Kisah Ardian Lawkito, Sukses Dirikan Cotton Well di Usia Muda
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Silmy Karim: Imigrasi Harus Jadi Role Model Transformasi Digital Layanan Publik
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
WEF Davos Jadi Momentum Indonesia Perkuat Industri dalam Rantai Pasok Global
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Nilai Pasar Capai Rp6,08 Miliar, Luka Cumic Langsung Jadi Pemain Termahal Kedua PSM Makassar Setelah Yuran Fernandes
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.