Bisnis.com, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) telah mencapai 1,24 juta Single Investor Identification (SID) per November 2025.
Angka tersebut tumbuh pesat 27,61% jika dibandingkan per November 2024 yang saat itu masih 972.688 SID.
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan mayoritas masyarakat Sulampua paling gemar berinvestasi di reksa dana. Di mana instrumen ini mencatatkan 1,17 juta SID per November 2025.
Jumlahnya tumbuh 2 digit mencapai 26,92% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendati demikian, pertumbuhan tertinggi selama setahun belakangan ada pada instrumen saham. Per November 2025, pertumbuhan investor saham di Sulampua mencapai 38,9%, atau jumlahnya telah mencapai 439.294 SID.
"Mayoritas investor pasar modal di Sulampua memiliki portofolio pada instrumen reksa dana. Namun secara pertumbuhan, paling tinggi tercatat pada instrumen saham. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya minat dan pemahaman masyarakat terhadap investasi di pasar saham," ucap Moch. Muchlasin di Makassar, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga
- OJK Terima 150 Pengaduan Investasi Ilegal di Sulsel hingga November 2025
- 403.501 Wajib Pajak di Sulselbartra Sudah Aktivasi Akun Coretax
- Kalla Toyota Kuasai Pasar Sulawesi, Market Share Naik jadi 39,7%
Sementara itu investor pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) masih relatif kecil, baik secara jumlah SID maupun pertumbuhan secara tahunan.
Jumlah investor SBN di Sulampua per November 2025 tercatat sebanyak 40.741 SID, tumbuh 12,28% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.




