Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Tunggal Putra Indonesia Alwi Farhan tampil impresif saat menjuarai Indonesia Masters 2026. Alwi mengalahkan wakil Tailan Panichaphon Teeraratsakul dalam dua gim langsung dengan skor telak 21-5, 21-6 pada partai final yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, 25 Januari 2026.
Sejak awal laga, Alwi tampil dominan dan nyaris tanpa perlawanan berarti. Permainan cepat, agresif, dan minim kesalahan membuat Panichaphon kesulitan mengembangkan permainan hingga pertandingan berakhir dalam waktu singkat.
Gelar juara di turnamen level Super 500 ini menjadi pencapaian penting bagi Alwi, sekaligus membuka jalan menuju target yang lebih tinggi dalam kariernya.
(Foto: Alwi Farhan (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq))
“Target setelah dari Super 100, pastinya saya ingin mengejar level 300, 500, 750, sampai 1000. Termasuk gelar-gelar bergengsi seperti All England, Kejuaraan Dunia, Asian Games, dan Olimpiade,” ujar Alwi kepada wartawan termasuk tvrinews.com, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia menegaskan sejak dini dirinya sudah memetakan target jangka pendek dan jangka panjang, termasuk mempersiapkan diri agar berada di puncak performa saat Olimpiade nanti.
“Saya sudah punya peta dan target-target yang harus saya perjuangkan, terutama di tahun ini. Jadi memang sudah ada goals yang harus saya kejar,” kata Alwi.
Terkait ekspektasi publik yang kian besar setelah prestasi ini, Alwi mengaku siap menerima tekanan sebagai bagian dari tanggung jawabnya sebagai atlet Indonesia.
“Pressure itu tidak apa-apa. Justru itu tanggung jawab saya sebagai atlet bulutangkis Indonesia. Ekspektasi orang sebesar apa pun akan saya terima dan saya kontrol. Saya akan perjuangkan,” ucap Alwi.
Alwi menekankan pentingnya kekuatan mental dalam menghadapi tekanan tersebut.
(Foto: Alwi Farhan (Dok. TVRINews.com/Mukhamad Fakhtur Rozaq))
“Saya orang Indonesia, saya punya mentalitas Indonesia: kuat, semangat, dan tidak pernah menyerah. Saya akan berusaha semaksimal mungkin setiap hari. Do the best every day,” tutur Alwi.
Meski mendapat banyak pujian, Alwi menegaskan dirinya berusaha tetap rendah hati dan terbuka terhadap kritik.
“Di perjalanan panjang ini saya ingin tetap humble, tetap mendengarkan saran dan kritik. Saya berterima kasih kepada para penggemar dan juga kepada mereka yang mengkritik saya. Banyak hal yang bisa saya pelajari dari sana,” kata Alwi.
Menurut Alwi, kritik yang membangun menjadi bagian penting dalam proses pendewasaannya sebagai atlet.
“Selama itu membuat saya menjadi lebih baik, kenapa tidak? Saya akan selalu terbuka dan menyikapinya dengan dewasa,” tutur Alwi.
Editor: Redaksi TVRINews





