Kisah Orang Terkaya RI Dimarahi Habis-Habisan oleh Tukang Beras

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sri Sultan Hamengkubuwono IX. (Dok. kratonjogja.id)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sri Sultan Hamengkubuwono IX dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia pada masanya. Ketika memimpin Yogyakarta sejak 1940, ia mewarisi kekayaan besar sekaligus sistem feodalisme kerajaan. Namun, limpahan harta tersebut tak lantas membuatnya hidup bergelimang kemewahan.

Sebaliknya, Sri Sultan justru dikenal menjalani kehidupan sederhana. Salah satu kisah yang kerap dikenang adalah ketika dirinya pernah menjadi sopir truk pengangkut beras.

Sebuah peristiwa yang bahkan membuatnya dimarahi orang lain tanpa mengetahui dirinya sebenarnya.


Baca: Nelayan Mancing di Laut Jawa, Kaget Dapat Harta Karun Rp720 Miliar

Kisah itu berawal saat dia sedang mengendarai truk Land Rover miliknya dari pedesaan menuju pusat kota. Seorang perempuan yang merupakan penjual beras menghentikan truknya di tengah jalan karena ingin ikut hingga ke pasar di kota.

Perempuan itu tak tahu orang yang dimintai tumpangan merupakan sosok pemimpin Yogyakarta. Dia meminta supir truk itu membantunya mengangkut beras ke dalam truk.

Sri Sultan pun manut dan membawakan dua karung besar ke atas truk dan mengantarkan perempuan tersebut ke tempat tujuan. Saat sudah sampai pasar, dia menurunkan karung tersebut.

Perempuan itu berusaha memberikan upah namun Sri Sultan menolak dan mengembalikan uang tersebut. Menerima penolakan, penjual beras merasa tersinggung dan memarahi Sri Sultan habis-habisan.

Dia berpikir supir truk tersebut tak mau menerimanya karena nominal uang yang sedikit. Bahkan setelah Sri Sultan pergi, perempuan itu masih tak terima uangnya ditolak dan menilai supir ruk itu sombong karena merasa tak butuh uang.

Akhirnya ada orang yang memberitahu sosok sesungguhnya sang supir truk. Perempuan itu kaget bukan main hingga pingsan dibawa ke rumah sakit. Sri Sultan yang mendengar kejadian itu langsung menuju ke rumah sakit dan menjenguk penjual beras tersebut.

Selain kisah soal menjadi supir truk pengangkut beras, kehidupan sederhana Sri Sultan juga diceritakan dalam Takhta untuk Rakyat: Celah-Celah Kehidupan Sultan Hamengkubuwono IX (1982). Dia tak memilih untuk pergi ke restoran untuk menghilangkan suhu panas.

Sri Sultan yang butuh minuman segar memilih membeli es gerobakan di pinggir jalan Stasiun Klender, Jakarta tahun 1946.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ungkap Sentimen "Pengganjal" Investor Asing Masuk RI

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Regenerasi dan pelatnas, transisi Indonesia untuk Paralimpiade 
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Longsor Susulan Masih Muncul, Pencarian Dihentikan Sementara
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Artis Hollywood Kecam Agen Imigrasi AS Terkait Penembakan di Minneapolis
• 8 jam laludetik.com
thumb
Bunga Termahal di Dunia, Salah Satunya Hanya Mekar di Malam Hari
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ilia Topuria Hujat Paddy Pimblett dan Kirim Peringatan Pedas untuk Justin Gaethje usai UFC 324
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.