Jakarta (ANTARA) - Juara dunia kelas ringan Internasional Boxing Federation (IBF) Raymond Muratalla mempertahankan gelar juaranya dengan membungkam juara tinju Olimpiade Andy Cruz di Fontainebleau, Las Vegas.
"Saya datang ke sini untuk melakukan apa yang memang seharusnya saya lakukan, dan malam ini saya meraih kemenangan," kata Muratalla setelah kemenangan dalam laporan The Ring yang dipantau di Jakarta, Minggu.
Muratalla, yang berstatus underdog meski juara bertahan IBF kelas ringan, terus menekan penantang asal Kuba yang ambisius itu sepanjang pertarungan yang berlangsung sengit.
Dia lebih konsisten mendaratkan pukulan-pukulan keras dan akhirnya menang melalui keputusan mayoritas dewan juri dengan 118-110, 116-112,114-114, untuk mempertahankan gelarnya.
Cruz beberapa kali melakukan serangan balasan dan hampir sepanjang laga bertarung sambil bergerak mundur namun tidak berdampak signifikan pada penilaian juri Tim Cheatham, Steve Weisfeld, dan Max De Luca.
Baca juga: WBA sebut empat petinju yang patut diperhitungkan di kelas menengah
"Saya terus memberi tekanan. Saya tahu dia tidak akan mampu mengatasinya dan ketika pertarungan dibawa ke ronde-ronde akhir selama 12 ronde, dia tidak sanggup. Saya tidak terjebak dengan perangkapnya dan saya memecah serta melemahkannya ronde demi ronde," katanya.
Dengan hasil itu, Muratalla mempertahankan gelar kelas ringan IBF untuk pertama kalinya dalam usianya yang ke-29 tahun sekaligus memperkuat rekor tak terkalahkan dengan 25 kemenangan, termasuk 17 KO.
Petinju asal Fontana, California, itu naik status menjadi juara penuh setelah mantan juara Vasiliy Lomachenko mengumumkan pensiun beberapa pekan usai Muratalla menang angka mutlak atas petinju Rusia, Zaur Abdullaev, untuk merebut gelar interim pada Mei 2024 di San Diego.
Sementara itu, Cruz yang untuk pertama kalinya bertarung melewati ronde ke-10 harus menodai rekor profesionalnya menjadi enam kemenangan (tiga KO) dan satu kekalahan.
Meski berstatus peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2021, usahanya menjadi juara dunia kandas.
Baca juga: Gabriela tarung ulang lawan Tamara demi sabuk juara dunia WBC
"Saya datang ke sini untuk melakukan apa yang memang seharusnya saya lakukan, dan malam ini saya meraih kemenangan," kata Muratalla setelah kemenangan dalam laporan The Ring yang dipantau di Jakarta, Minggu.
Muratalla, yang berstatus underdog meski juara bertahan IBF kelas ringan, terus menekan penantang asal Kuba yang ambisius itu sepanjang pertarungan yang berlangsung sengit.
Dia lebih konsisten mendaratkan pukulan-pukulan keras dan akhirnya menang melalui keputusan mayoritas dewan juri dengan 118-110, 116-112,114-114, untuk mempertahankan gelarnya.
Cruz beberapa kali melakukan serangan balasan dan hampir sepanjang laga bertarung sambil bergerak mundur namun tidak berdampak signifikan pada penilaian juri Tim Cheatham, Steve Weisfeld, dan Max De Luca.
Baca juga: WBA sebut empat petinju yang patut diperhitungkan di kelas menengah
"Saya terus memberi tekanan. Saya tahu dia tidak akan mampu mengatasinya dan ketika pertarungan dibawa ke ronde-ronde akhir selama 12 ronde, dia tidak sanggup. Saya tidak terjebak dengan perangkapnya dan saya memecah serta melemahkannya ronde demi ronde," katanya.
Dengan hasil itu, Muratalla mempertahankan gelar kelas ringan IBF untuk pertama kalinya dalam usianya yang ke-29 tahun sekaligus memperkuat rekor tak terkalahkan dengan 25 kemenangan, termasuk 17 KO.
Petinju asal Fontana, California, itu naik status menjadi juara penuh setelah mantan juara Vasiliy Lomachenko mengumumkan pensiun beberapa pekan usai Muratalla menang angka mutlak atas petinju Rusia, Zaur Abdullaev, untuk merebut gelar interim pada Mei 2024 di San Diego.
Sementara itu, Cruz yang untuk pertama kalinya bertarung melewati ronde ke-10 harus menodai rekor profesionalnya menjadi enam kemenangan (tiga KO) dan satu kekalahan.
Meski berstatus peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2021, usahanya menjadi juara dunia kandas.
Baca juga: Gabriela tarung ulang lawan Tamara demi sabuk juara dunia WBC




