Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia agar mampu bersaing di pasar global melalui kolaborasi strategis, termasuk dengan organisasi wirausaha muda internasional seperti Junior Chamber International (JCI).
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam audiensi bersama JCI Batavia di Jakarta pada 23 Januari 2026.
Ia menekankan pentingnya penguatan koneksi internasional, peningkatan kualitas produk, serta pemahaman model bisnis global guna mendukung pelaku usaha kreatif menembus pasar luar negeri.
Empat Pilar Strategi Ekraf Nasional 2026Dalam kesempatan tersebut, Menekraf memaparkan empat pilar utama strategi pengembangan ekonomi kreatif nasional tahun 2026, yaitu:
Investasi ekonomi kreatif
Peningkatan ekspor
Penciptaan lapangan kerja
Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dari sektor kreatif
Strategi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem ekraf yang kompetitif dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Peran JCI Batavia dan Dukungan InternasionalPresiden Lokal JCI Batavia, Allana Abdullah, menyatakan bahwa pelaku ekraf Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level internasional.
JCI siap memberikan pelatihan bisnis, akses ke jaringan internasional, serta penguatan kapasitas SDM muda di sektor kreatif sebagai bentuk dukungan konkret.
Kerja sama ini juga diarahkan pada pengembangan ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan, dengan fokus pada fasilitasi promosi internasional, akses investasi, dan transfer pengetahuan global.
Kolaborasi dengan JCI menjadi bagian dari langkah strategis Menekraf dalam mendorong internasionalisasi produk dan talenta kreatif Indonesia.

