Dorong Jamu Tradisional Naik Kelas, DPR Harapkan Industri Besar Gandeng UMKM Lewat Pembinaan Terarah

tvonenews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenew.com - Tren konsumsi jamu sebagai minuman tradisional kembali menguat, terutama di kalangan generasi muda. Fenomena ini membuka peluang baru bagi pengembangan industri jamu lokal yang dikelola oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Seiring meningkatnya minat pasar, penguatan kapasitas pelaku UMKM jamu dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar produk tradisional mampu bersaing secara berkelanjutan.

Dukungan kebijakan dan pembinaan yang tepat diharapkan dapat mendorong jamu lokal naik kelas dari skala rumahan ke industri yang lebih mapan.

Melihat potensi tersebut, Komisi VII DPR RI mendorong adanya langkah konkret untuk memperkuat industri jamu lokal melalui pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dari pemerintah.

Anggota Komisi VII DPR RI Hendry Munief menekankan pentingnya penguatan industri jamu lokal yang diproduksi UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing nasional.

Menurutnya, pembinaan harus melibatkan peran aktif pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Hendry menjelaskan, dukungan pemerintah diperlukan dalam penguatan kapasitas produksi, penerapan standar mutu, serta perluasan akses pasar.

Dengan langkah tersebut, produk jamu tradisional diharapkan dapat menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya terbatas di daerah tertentu.

"Khususnya di luar Jawa, pasar dan peminat usaha masih sangat besar. Kami sangat berharap dapat ada industri serupa sehingga dapat membantu ekonomi UMKM." kata Hendry, dikutip Minggu (25/1/2026).

Selain pembinaan industri, Hendry juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara industri jamu skala besar dengan UMKM sebagai pemasok bahan baku dari berbagai daerah.

Ia menilai banyak pelaku lokal memiliki potensi besar untuk bermitra, namun masih menghadapi keterbatasan informasi dan jaringan usaha.

Dorongan tersebut disampaikan Hendry saat melakukan kunjungan spesifik ke Pabrik Jamu Sido Muncul milik PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Provinsi Jawa Tengah pada 23 Januari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Hendry melihat langsung proses transformasi Sido Muncul dari produsen jamu tradisional menjadi industri berskala nasional hingga global.

Model pengembangan tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha jamu lokal agar mampu meningkatkan skala dan kualitas usahanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Penjual Senpi Ilegal Ditangkap di Bali, Pistol SIG Sauer Disita
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Tinjau Kali Sepak, Minta Pengerukan Sungai di Jakarta Dilakukan Rutin
• 7 menit laluliputan6.com
thumb
Ayah Kenang Momen Lula Lahfah Ajak Keluarga Makan Bersama Sebelum Meninggal
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Tangkap 8 Remaja Hendak Tawuran di Ciputat, 2 Celurit Disita
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Breaking! Harga Emas Tembus US$ 5.000, Rekor Bersejarah Pecah!
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.